Berita TTU

Plan Internasional Indonesia Bantu Dampingi Pembuatan 3145 Akta Kelahiran Di 16 Desa Terpencil

Selama dua tahun bekerja, Plan berhasil memfasilitasi pembuatan akta kelahiran bagi 3.145 anak yang berada di desa terpencil.

Plan Internasional Indonesia Bantu Dampingi Pembuatan 3145 Akta Kelahiran Di 16 Desa Terpencil
POS KUPANG/DION KOTA
Suasana kegiatan talkshow model partisipasi masyarakat dalam pencatatan kelahiran di desa terpencil‎ di aula Hotel Bahagia II.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOEPlan Internasional Indonesia selama dua tahun terakhir membantu memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan khususnya akta kelahiran di 16 Desa yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten TTS.

Selama dua tahun bekerja, Plan berhasil memfasilitasi pembuatan akta kelahiran bagi 3.145 anak yang berada di desa terpencil.

Program yang bertujuan untuk memenuhi hak anak ini, bekerja sama dengan LSM Sanggar Suara Perempuan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten TTS.

Nasional project manager untuk perlindungan anak, Hari Sadewo mengatakan, dalam menjalan program pemenuhan hak anak khususnya pembuatan akta kelahiran, Plan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya dokumen kependudukan dan tata cara mengurus dokumen kependudukan.

Selain itu, dalam memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan, Plan membangun komunikasi dengan Disdukcapil Kabupaten TTS guna melaksanakan pelayanan di desa -desa sampingan Plan Internasional Indonesia.

" Kita memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya dokumen kependudukan khususnya akta kelahiran sebagai salah satu hak anak yang harus dipenuhi. Setelah masyarakat sudah memiliki pemahaman tentang pentingnya dokumen kependudukan, Plan melakukan koordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten TTS guna melakukan pelayanan jemput bola di desa dampingan kita. Dan hasilny selama dua tahun bekerja, sedikitnya 3.145 akta kelahiran anak berhasil dicetak oleh Disdukcapil Kabupaten TTS, " ungkap Hari saat ditemui pos kupang, Rabu ( 11 / 7/2018) di aula Hotel Bahagia II dalam kegiatan talkshow model partisipasi masyarakat dalam pencatatan kelahiran di desa terpencil.

Selama dua tahun menjalan program pemenuhan hak anak khususnya pembuatan akta kelahiran lanjut Hari, ditemukan masih ada anak yang belum memiliki akta kelahiran. Hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti, orang tua anak belum menikah resmi dan belum memiliki kartu keluarga.

Selain itu, dalam beberapa khasus ditemukan adanya anak yang tidak bisa mengurus akta kelahiran karena orang tuanya, khususnya sang ayah tidak bertanggungjawab.

" Kita berharap para orang tua menyadari kewajibannya untuk mengurus akta kelahiran anak karena hal itu merupakan hak anak. Oleh sebab itu, legalitas dari suatu pernikahan menjadi hal yang wajib untuk memudahkan pengurusan akta kelahiran anak," pintanya.

Yusuf Missa, Kepala Desa Fatulunu, Kecamatan Amanatun Selatan mengucapkan terima kasih kepada Plan Internasional Indonesia yang sudah dua tahun terakhir mendampingi masyarakat Desa Fatulunu dalam pembuatan dokument kependudukan khsusnya akta kelahiran.

Kehadiran Plan Internasional Indonesia memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan.

Selain itu, dengan difasilitasi Plan Internasional Indonesia, masyarakat tidak lagi mengantri di kantor Disdukcapil untuk membuat dokumen kependudukan karena Disdukcapil melakukan pelayanan jemput bola.

" Selama dua tahun mendampingi masyarakat Desa Fatulunu sedikitnya ada 241 akta kelahiran yang berhasil dicetak oleh Disdukcapil Kabupaten TTS. Kita sangat merasakan manfaat dari keberadaan Plan Internasional Indonesia," sebutnya. (*)‎

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved