Breaking News:

Berita Flores Timur

Imam Katolik asal Jerman Berkarya di Amerika, Tapi Rayakan 50 Tahun Imamatnya di Witihama Flotim

Pater Ludger Jessing, SVD, imam Katolik asal Jerman memiliki kenangan di hatinya bagi masyarakat Witihama Adonara, baik umat Katolik

Penulis: Felix Janggu | Editor: Ferry Ndoen
pos kupang.com, feliks janggu
Imam Katolik asal Jerman Pater Ludger Jessing SVD meski sudah 30 tahun meninggalkan Witihama tetapi memilih Witihama merayakan pesta 50 tahun imamatnya Selasa (10/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA- Pater Ludger Jessing, SVD, imam Katolik asal Jerman ini memiliki tempat khusus di hatinya bagi masyarakat Witihama Adonara, baik umat Katolik maupun umat Islam.

Setelah 30 tahun meninggalkan Witihama (1989) Pater Jessing kembali ke Witihama pada moment perayaan 50 tahun imamatnya Selasa (10/7/2018).

Pilihan Pater Jessing pernah berkarya di Witihama antara 1971 sampai 1989. Kenangan bersama masyarakat Witihama begitu dalam dan ia memilih merayakan 50 tahun imamatnya di Witihama.

Ini ternyata menjadi sukacita besar baik Umat Katolik maupun Umat Muslim. Umat Islam dan Katolik berbaur jadi satu menyukseskan pesta emas imamat Pater Jessing.

Umat Muslim menjadi bagian dari persiapan kedatangan Pater Jessing dan menjemputnya secara meriah Senin petang (9/8/2018) bersama umat Katolik di Witihama.

"Secara pribadi saya merasa terharu menyaksikan lautan manusia memadati jalan sepanjang Pintu masuk witihama hingga Gereja Paroki," kata Panitia Pesta Emas Pater Jessing Eman Ola Masan Lamablawa Selasa malam (10/7/2018).

Eman mengatakan ntusiasme masyarakat (baik Islam dan Katolik) sejak penjemputan Senin (9/7/2018) dan misa puncak perayaan misa Selasa (10/7/2018) sangat luar biasa.

"Masyarakat berkata Pater Jessing bukan hanya milik orang Katolik saja, tapi milik semua masyarakat Witihama Baik Katolik maupun Islam," kata Eman.

Eman mengatakan Pater Jessing telah menjadi bagian dari Witihama. Itulah alasannya mengapa masyarakat menyambutnya dengan tangisan haru dan gembira.

"Banyak karya besar yang telah Pater Jessing perbuat di Witihama baik dari sektor Pendidikan (membangun sekolah-sekolah dari TK, SD, SMA) maupun bidang kesehatan," kata Eman.

Pater Jessing membangun BP Pulitoben Witihama, (satu-satunya Klinik Swasta di waktu itu) di bidang infrastruktur (membangun jembatan mini, membuka akses jalan ke desa terisolir).

Khusus bagi umat Katolik, Pater Jessing membangun Gereja dan Kapela-kapela di Stasi-stasi, mendatangkan sarana air bersih melalui pipanisasi, liatrik desa.

"Semua kenangan berharga inilah yang membuat masyarakat Witiham tidak akan pernah melupakan beliau dan menggangap Pater Jessing adalah bagian dari Witihama," kata Eman. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved