Wisawatan Masih Bingung Bila Berkunjung ke Kota Kupang. Begini Tawaran Solusinya

Di samping menggambarkan menggeliatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang, di sisi lain juga

Wisawatan Masih Bingung Bila Berkunjung ke Kota Kupang. Begini Tawaran Solusinya
IST
Pantai Lasiana Kupang

Pariwisata Kota Kupang potensi luar biasa. Namun, wisata Kota Kupang masih jalan sendiri-sendiri. Event yang terkoordinasi dengan baik dan mendapat support anggaran dari pemerintah bisa dihitung dengan jari dan belum menjadi perbincangan ramai di kalangan netizen dan blogger serta traveller. Apalagi menjadi gaung ke seluruh dunia hingga akan ditunggu dan dicari.

Paket yang saya usulkan tentu sangat baik jika tidak berkesan kemasan make up luar semata tapi menjadi budaya dan membumi melibatkan masyarakat setempat.
Mencontoh Bali misalnya adalah baik jika dilakukan modifikasi sesuai dengan lokal genius NTT.

Kehadiran ramai para wisatawan akan meningkatkan gerak roda perekonomian namun juga memberi efek domino yang berpotensi mengganggu jika tidak dilakukan antisipasi dini oleh semua pemangku kepentingan termasuk tokoh adat dan budaya dan tokoh agama.

Apakah pemerintah sudah puas dengan PAD yang bersumber dari pajak hotel dan restauran saja? Tidak inginkah meningkatkan lagi?

Juga keinginan untuk meningkatkan penghasilan para seniman, perajin, sopir dan pekerja lainnya yang akan terlibat dalam gerak aktif wisata kota Kupang. Sudah saatnya semua pihak duduk bersama kembali merumuskan jalur city tour, merancang infrastruktur pantai, memetakan obyek wisata beserta keunggulan dan masalahnya.

Kupang bukan hanya punya Pantai Lasiana, tapi ada Mesjid tertua di Kelurahan Airmata, Gereja bersejarah di LLBK, goa Jepang di Liliba, tebing karang dan pantai manapun untuk melihat sunset, hutan bakau, pasar tradisional, tukang sadap tuak.

Keluar dari Kota Kupang sedikit, masuk wilayah Kabupaten Kupang ada Oesao dengan kuliner tradisional jagung pulut, hamparan sawah, Bendungan Raknamo, Gunung Fatuleu.

Ke arah barat ada Sentra Se'i Baun, dengan pemandangan alam Kintamani di sepanjang jalan, air terjun Oenesu, juga beberapa obyek yang dibangun oleh pengusaha di daerah Nekamese.

Di tengah kota walau sederhana ada dua waterpark, tiga mall dan beberapa tempat hiburan malam. Sayang sekali lapangan golf (di mana golf tour mulai menjadi tren) tidak terawat dan tidak dikelola secara profesional.

Penting juga toko oleh-oleh yang representatif, dan tentu saja restoran yang memadai. Jika semua bersinergi untuk membangun lebih rapi dan layak menjadi tujuan wisata impian saya kira Kota Kupang akan menggeliat lebih kuat dan melambung lebih tinggi. Mari kita duduk dan bicara lalu bergerak bersama dalam kerja uanh harmonis dan smart. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved