Wisawatan Masih Bingung Bila Berkunjung ke Kota Kupang. Begini Tawaran Solusinya

Di samping menggambarkan menggeliatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang, di sisi lain juga

Wisawatan Masih Bingung Bila Berkunjung ke Kota Kupang. Begini Tawaran Solusinya
IST
Pantai Lasiana Kupang

Oleh Dewa Putu Sahadewa

Warga Kota Kupang

POS-KUPANG.COM - Beberapa tahun terakhir fasilitas pariwisata di kota Kupang khususnya hotel, restoran dan mall bermunculan. Belum lagi kafe-kafe merk lokal dan nasional. Hotel dengan manajemen bermerk chain hotel pun beberapa beroperasi di pinggir pantai bahkan di sempadan pantai.

Di samping menggambarkan menggeliatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang, di sisi lain juga menimbulkan persoalan. Sebagaimana konflik soal akses bebas ke pantai yang dicaplok investor di daerah lain, juga terjadi di pesisir Kupang.

Bahkan sempat terbentuk komunitas dan gerakan selamatkan pantai untuk memperjuangkan agar beberapa kawasan pantai tetap menjadi milik umum sehingga masyarakat lokal bisa bebas berekreasi gratis di sana sembari menjaga lingkungan dan akses nelayan tetap terjaga.

Sementara di sisi wisatawan baik yang sengaja maupun tidak sengaja berwisata ke Kupang, misalnya karena ada acara keluarga atau tugas kantor agak kebingungan mesti berwisata ke mana selama di Kupang.

Persoalan ini secara kasat mata seperti dibiarkan saja oleh para pemangku kepentingan. Belum ada jalan keluar. Jika ingin tidak ada api dalam sekam di mana semua yang berkepentingan akan dirugikan jika terjadi konflik maka pemerintah mesti melakukan langkah-langkah pasti, tegas dan tetap ramah investasi.

Jalan tengah mesti diregulasikan semisal untuk pembangunan hotel baru tidak boleh langsung di bibir pantai. Artinya, pemerintah harus membebaskan areal pantai yang tersisa baik dengan Perda maupun pembangunan fasilitas umum di areal pantai semisal jalan setapak, taman dan lain-lain.

Hotel, restoran bahkan lapak-lapak ikan agar dibangun di seberang jalan setapak sehingga pasir pantai dapat dinikmati oleh semua pihak. Tentu harus dijaga kebersihan, keasrian, kelestarian dan keamanan termasuk dari isu buaya yang senang berenang dan mencari mangsa di daerah pantai.

Atraksi seni budaya harus dibina baik melalui sanggar seni pemerintah maupun swasta. Melalui organisasi pariwisata yang ada dibuatkan paket pertunjukan sekaligus kuliner di titik tertentu secara berkala.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved