Berita Ende

Sekolah di Ende Diingatkan Tidak Lakukan Pungli

Sekolah di Ende diingatkan untuk tidak melakukan pungutan diluar ketentuan atau pungli. Karena apabila ada yang melakukan hal tersebut maka n untuk

Sekolah di Ende Diingatkan Tidak Lakukan Pungli
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Petrus Guido No 

Laporan Wartawan Pos kupang.com, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE---Sekolah di Ende diingatkan untuk tidak melakukan pungutan diluar ketetentuan Karena apabila ada yang melakukan hal tersebut maka diharapkan untuk mengembalikan uang tersebut kepada siswa ataupun orangtua siswa.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K ) Kabupaten Ende, Petrus G No mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (10/7/2018) ketika dimintai komentarnya terkait dengan kemungkinan ada sekolah yang melakukan pungutan kepada siswa baru.

Petrus mengatakan bahwa sesuai dengan ketentuan sekolah tidak boleh melakukan pungutan kepada siswa baru terutama siswa SD maupunn SMP karena semua pembiayaan terkait dengan siswa baru sudah ditanggulangi dengan dana BOS.

Bagi sekolah yang telah terlanjur melakukan pungutan, Petrus meminta agar dikembalikan kepada orang tua ataupun siswa namun apabila pihak sekolah enggan mengembalikannya maka Dinas P dan K Kabupaten Ende akan memberikan sanksi kepada sekolah yang bersangkutan.

Petrus mengatakan apabila ada sekolah yang melakukan pungutan diluar ketentuan maka pungutan tersebut dikategorikan sebagai pungutan liar atau yang lasim disebut dengan pungli.

"Kalau sudah masuk dalam ketegori pungli maka itu menjadi urusan atau ranah hukum tentu pihak sekolah yang menanggung akibatnya,"kata Petrus.

Terkait dengan uang komite sekolah, Petrus meminta agar pihak sekolah hendaknya berbicara atau berdiskusi dulu dengan orang tua jangan mengambil keputusan secara sepihak karena bagaimanapun uang komite ditanggung oleh orang tua siswa maka orang tua harus dilibatkan.

"Jangan ketika ada siswa baru lalu langsung disodorkan dengan besaran uang komite sekolah padahal orang tua yang menanggung uang komite,"kata Petrus.
Petrus meminta kepada siswa atau orang tua siswa apabila mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari pihak sekolah diharapkan untuk menginformasikan kepada Dinas P dan K Kabupaten Ende agar dapat diambil tindakan kepada sekolah yang bersangkutan.

Terkait dengan uang komite, Petrus meminta agar pihak sekolah jangan menerima guru-guru honor secara terus menerus setiap tahun terutama sekolah di wilayah perkotaan karena dengan semakin banyaknya guru honor tentu akan berpengaruh pada uang komite yang ditanggung oleh orang tua siswa.

"Untuk membayar gaji guru honor tentu akan diambil dari uang komite sekolah maka diharapkan penerimaan guru honor dibatasi sehingga tidak membebani orang tua siswa,"kata Petrus.
Petrus mengatakan pihaknya merasa prihatin apabila ada sekolah yang melakukan pungli karena hal itu membebani orang tua siswa karena bagaimanapun ketika seorang siswa masuk pertama sekolah mereka harus menanggung sejumlah biaya seperti seragam juga buku-buku belum lagi uang asrama bagi siswa yang dari luar kota. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved