Berita Manggarai
Ternyata Banyak Renternir Berkedok Koperasi di NTT
Ternyata di NTT ada rentenir berkedok koperasi, apa yang dilakukan pemerintah Provinsi NTT?
Penulis: Aris Ninu | Editor: Hermina Pello
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM |RUTENG - Menyikapi semakin maraknya praktik rentenir berkedok koperasi dan investasi bodong maka pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu melakukan tiga hal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Kosmas Lana menyampaikan itu saat ditemui di Kantor Bupati Manggarai, Sabtu (7/7/2018) terkait hasil rekomendasi seminar yang diikut 150 utusan dari 22 kabupaten/kota di NTT pada peringatan HUT ke-71 Koperasi Indonesia tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Manggarai.
Menurut Lana, ketiga hal itu adalah, pertama, peraturan untuk mengawasi pelaksanaan usaha simpan pinjam oleh koperasi.
Kedua tindak tegas oknum renterir berkedok koperasi termasuk koperasi yang datang dari luar NTT dimana keberadaannya tidak prosedural.
Ketiga publikasi daftar badan usaha atau perorangan yang ada indikasi melakukan praktik rentenir.
Ia mengatakan, rekomendasi tersebut akan diberikan kepada Pemprov NTT sebagai solusi mengatasi rentenir yang ada di masyarakat.
Ketua Dekopinwil NTT, Paulus R Tadung dalam sambutannya saat HUT ke 71 Koperasi di Kantor Bupati Manggarai, Sabtu (7/7/2018) mengatakan, gerakan koperasi di NTT pada era kepemimpinan Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya mengalami kemajuan yang cukup pesat.
Menurutnya, sesuai data 10 tahun terakhir dari 1800 koperasi menjadi 4.187 koperasi. Peningkatan anggota koperasi dari 600 ribu menjadi 1.300.000 lebih.
Sedangkan aset koperasi dari Rp 2,3 triliun menjadi Rp 6,3 triliun.
Puncak perayaan HUT ke 71 yang mengusung tema Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional.
Kegiatan dihadiri Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi RI, Suparno, Sekertaris Deputi, Subagio, Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus, SH, MH, Wabup Manggarai, Drs.Victor Madur, Wabup Matim, Agas Andreas, SH, MHum dan undangan lainnya
Pada acara puncak, Menteri Koperasi RI melalui Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi RI, Suparno bersama Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya meresmikan tiga kantor baru koperasi kredit di Pulau Flores.
Tiga kantor koperasi yang diresmikan yakni Kopdit Kopkardios Ruteng, Kopdit Abdi Manggarai Timur (AMT) dan Kopdit Boawae di Nagekeo. (*)