Berita Flotim

Sampai Sekarang Korban Masih Trauma

Gabriel, ayah YKL, gadis belia dengan kondisi disabilitas, menuturkan, sampai saat ini, anaknya masih mengalami trauma

Sampai Sekarang Korban Masih Trauma
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Gabriel

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Gabriel, ayah YKL, gadis belia dengan kondisi disabilitas, menuturkan, sampai saat ini, anaknya masih mengalami trauma. Trauma itu terjadi setelah korban diperlakukan secara bejat oleh oknum pemerkosa, yakni Boleng, Mahmud alias Miku dan seorang pelaku lainnya pada Kamis (28/7/2018) lalu.

"Sampai sekarang anak kami ini lebih banyak mengurung diri dalam rumah. Tidak suka bergaul, menjadi pemurung dan tidak suka bertemu laki-laki. Bahkan saya sendiri sebagai bapaknya sering juga tidak disukai. Anak kami benar-benar berubah semenjak peristiwa itu," ujar Gabriel ketika ditemui Pos Kupang.Com di kediamannya, Minggu (8/7/2018).

Gabriel menuturkan, semenjak kejadian itu, korban lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menonton televisi dan bercerita dengan adiknya di dalam rumah. Artinya sejak bangun sampai malam hari, anak itu hanya berada di dalam rumah.

Ini sungguh beda dengan kondisi sebelumnya. Kalau dulu, anak ini selalu pesiar ke rumah tetangga dan bermain dengan anak-anak sebaya atau anak kecil lainnya di sekitar rumah. Tapi sekarang semuanya berubah. Anaknya menjadi penyendiri, tidak banyak bicara (pendiam) dan ada kalanya marah-marah.

Atas perubahan sikap itu, lanjut Gabriel, pihaknya meminta aparat keamanan agar memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku. Soalnya, perbuatan pelaku telah merusak dan menghancurkan kepribadian puterinya itu.

"Terus terang, kami sangat marah dengan sikap dan tindakan para pelaku. Anak kami sudah dalam kondisi tidak normal karena keterbelakangan mental, tetapi masih diperlakukan dengan cara-cara seperti itu. Jujur, kami sangat marah dengan tindakan para pelaku," ujar Gabriel dengan suara sedikit bergetar.

Dia juga memberikan apresiasi atas langkah cepat aparat kepolisian Polres Lembata, yang telah meringkus Mahmud alias Miku di Desa Sagu, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur pada Jumat (6/7/2018) malam. Pihaknya berharap polisi dapat menangkap lagi pelaku lain yang saat ini masih berkeliaran.

Ia mengatakan, ia dan keluarga akan selalu siap membantu aparat keamanan dalam menegakan hukum di tanah Lembata. "Kami minta polisi agar jangan sungkan-sungkan menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku. Hukuman berat itu akan menjadi pelajaran bagi pelaku dan masyarakat umumnya untuk tidak melakukan perbuatan serupa," ujar Gabriel. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved