Breaking News:

Catatan Sepakbola

Sepenggal Kisah Ngongo dan Nganga

Banyak yang sedih, tak sedikit pula yang kecewa. Air mata tumpah di banyak tempat. Sumpah serapah, ungkapan getir sedih

Penulis: dion_db_putra | Editor: Putra
Instagram
Neymar Jr 

***

MALAM ini , Sabtu 7 Juli 2018 air mata mungkin akan tumpah lagi di berbagai negeri termasuk di bumi Flobamora ketika Inggris bertempur melawan Swedia demi meraih satu jatah semifinal. Sebagai pusat rujukan liga terbaik dunia, timnas Inggris punya banyak fans. Saban pekan serunya Liga Utama Inggris menjadi tontonan penggemar bola sejagat. Dunia pun familiar dan mengenal nama-nama pemainnya.

Setelah menyingkirkan Kolombia, pasukan Gareth Southgate kini berada di jalur yang benar demi mengulang kejayaan 1966. Ada yang menyebut peluang Harry Kane dan kolega sangat besar untuk menjadi semifinalis lantaran “hanya” bersua Swedia. Tim medioker Eropa yang penggemarnya minim amat.

Jangan salah duga kawan. Swedia itu diam-diam ubi berisi. Mereka memiliki modal kuat untuk menjegal langkah Inggris. Penggemar Italia dan Belanda pasti belum lupa bahwa Swedialah yang memupus harapan tim kesayangan mereka lolos ke Piala Dunia 2018. Di babak kualifikasi zona Eropa, Swedia begitu dingin menghabisi kans Gli Azzuri dan tim Oranye Belanda.

Selama berkiprah di Rusia 2018, Swedia pun mengemas hasil meyakinkan. Sukses Emil Forsberg dkk menjuarai Grup F dengan menggeser Meksiko dan Jerman lalu menekuk Swiss tanpa perpanjangan waktu, merupakan peringatan serius bagi Inggris.

Sejak dulu Swedia selalu menjadi lawan tangguh bagi pasukan Tiga Singa. Selama 43 tahun atau sejak 1968 hingga 2011, Inggris tanpa kemenangan menghadapi Swedia. Dalam pertandingan kompetitif, Inggris bahkan cuma sekali unggul dari delapan pertemuan melawan Swedia.

Pertemuan terakhir mereka di turnamen besar adalah ajang Piala Eropa 2012. Kala itu the Three Lions menang dramatis 3-2 berkat gol Andy Carroll, Theo Walcott, dan Danny Welbeck. "Sebagian besar dari mereka menghormati kami,” kata striker Swedia, Marcus Berg seperti dilansir Reuters.

Buruknya rekor pertemuan Inggris vs Swedia diakui Gareth Southgate. Pelatih yang selalu tampil rapi itu tidak meremehkan Swedia. "Selama bertahun-tahun kita (Inggris) selalu meremehkan mereka (Swedia). Namun, Swedia melahirkan kisah mereka sendiri dan membuat sejarah. Kami tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi,” kata Southgate seperti dikutip Telegraph.

Swedia merupakan tim yang solid. Kinerja pilar pertahanan mereka sangat bagus. Dari empat laga yang sudah dijalani, Swedia hanya sekali kebobolan. Sejak fase grup sampai 16 besar, mereka cuma kemasukan gol saat kalah dari Jerman. Swedia sulit ditembus. Saat bertahan, para striker bisa menjadi bek. Begitu rapi tim ini melindungi kotak penalti dari serbuan lawan.

Sebaliknya, Inggris selalu kebobolan sejauh ini di Piala Dunia 2018. Gawang Jordan Pickford kemasukan masing-masing 1 gol saat melawan Tunisia, Panama, Belgia, dan Kolombia. Artinya Inggris mesti merapikan lini pertahanan mereka sambil menambah daya kreasi untuk menembus barikade Swedia demi menciptakan gol.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved