Berita TTS

Ketua Forkom P2PHP NTT Sebut Pengarusutamaan Gender Masih Timpang

kaum perempuan belum mendapatkan porsi yang sama dengan kaum laki-laki baik di bidang legislatif maupun bidang eksekutif

Ketua Forkom P2PHP NTT Sebut Pengarusutamaan Gender Masih Timpang
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Nampak suasana ‚Äékegiatan advokasi pengarusutaman gender yang berlangsung di aula mutis, kantor bupati TTS 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE -– Ketua forum komunikasi pemerhati dan perjuangan hak-hak perumpuan (Forkom P2PHP) NTT, Dra. Mien Pattymangoe mengatakan, hingga saat ini pengarusutaman gender, baik di bidang legislatif dan eksekutif masih sangat timpang. Dimana, perempuan belum memiliki peran yang setara dengan kaum laki-laki.

Hal ini diungkapkan Mien saat memberikan materi implementasi pengarusutaman gender di masyarakat dalam kegiatan advokasi pengarusutaman gender yang berlangsung di aula mutis, kantor bupati TTS, Jumat ( 6 / 7 / 2018) .

Mien menjelaskan, hingga saat ini kaum perempuan belum mendapatkan porsi yang sama dengan kaum laki-laki baik di bidang legislatif maupun bidang eksekutif. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kaum wanita yang jauh lebih sedikit dari kaum laki-laki yang duduk sebagai anggota DPRD maupun yang berkarir di birokrasi.

Hal ini tidak lepas dari pengaruh budaya Patriarki yang hingga saat ini masih dipegang erat oleh masyarakat.

" Pemerintah sudah mengeluarkan regulasi untuk mewujudkan pengarusutaman gender (kesetaraan), mulai dari mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2000, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2011.

Namun hingga saat ini masih terjadi ketimpangan pengarusutaman gender baik di bidang legislatif maupun eksekutif, " Jelas Mien.

Oleh sebab itu lanjut Mien, melalui kegiatan advokasi pengarusutaman gender yang mempertemukan lembaga eksekutif dan legislatif diharapkan bisa dibentuk satu pemahaman untuk mewujudkan pengarusutaman gender melalui pembentukan regulasi-regulasi untuk mewujudkan kesetaraan peran antara kaum wanita dan kaum laki-laki.

" Eksekutif dan legislatif harus memiliki satu pemahaman tentang pengarusutaman gender sehingga bisa membuat regulasi untuk mempercepat terwujudnya pengarusutaman gender," ujarnya.

Asisten I Setda TTS, Oktovianus Nabunome mengharapkan usai kegiatan advokasi pengarusutaman gender ini, dinas-dinas di kabupaten TTS bisa membuat membuat program untuk mewujudkan pengarusutaman gender di TTS. Terutama di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten melalui Pokja Pengarusutaman Gender.

" Kita sangat mendukung terwujudnya pengarusutaman gender di kabupaten TTS. Harus kita akui hingga saat ini belum ada kesetaraan gender, baik di bidang eksekutif maupun legislatif. Kita berharap ke depan ada program inovasi dari OPD, terutama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mewujudkan pengarusutaman gender," pintanya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan advokasi pengarusutaman gender yang berlangsung di aula mutis dihadiri, Kepala Bapeda Propinsi NTT, Ir. Wayan Darmawan, Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan, Kepala Roky Mambait, Ketua forum komunikasi pemerhati dan perjuangan hak-hak perumpuan (Forkom P2PHP) NTT, Dra. Mien Pattymangoe, anggota DPRD TTS dan kepala OPD lingkup Pemkab TTS. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved