Anda Ingin Bertunangan? Jangan Buru-buru, Pertimbangkan Dulu Saran Ini

Bagi banyak orang, pertunangan menjadi momen awal untuk mempersiapkan diri lebih matang menjelang pernikahan.

Anda Ingin Bertunangan? Jangan Buru-buru, Pertimbangkan Dulu Saran Ini
KOMPAS.COM
Ilustrasi pasangan jatuh cinta 

"Kita memikirkan orang itu tanpa henti, dan kita tidak dapat melihat kehidupan tanpa mereka," tambahnya.

Pasangan yang terburu-buru bertunangan atau menikah, kata Terry Orbuch, harus mengajukan tiga pertanyaan kepada diri sendiri demi memastikan kesiapan diri.

Pertama, kita harus menanyakan apakah kita dan kekasih saling mempercayai. Kedua, tanyakanlah apakah kita mampu menangani stres dan konflik dengan baik bersama-sama.

Sementara itu, pertanyaan lain yang harus kita ajukan adalah apakah kita berbagi nilai yang sama dengan pasangan.

Menurut Terry, dua bulan adalah waktu yang tak terlalu lama untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Ketika pasangan berada dalam pergolakan hasrat atau nafsu, mereka tidak dapat benar-benar melihat, mengamati, atau mengetahui pasangan sejati.

Sebaliknya, mereka dibutakan oleh cinta yang bergairah dan terlalu memandang ideal pasangannya.

"Pasangan tidak dapat berbuat salah, dan selalu menjadi yang terbaik," ucapnya.

Nafsu yang kuat jelas dimiliki oleh pasangan yang baru menjalin cinta. Kita bisa melihat hal ini lewat aktivitas sosial media mereka.

Biasanya, pasangan baru akan saling mengomentari media sosial masing-masing dan terlalu sering mengunggah kebersamaan mereka. Benar-benar memahami pasangan dan membangun kepercayaan dan kenyamanan bersama adalah kunci untuk kebahagiaan dalam pernikahan. Dan, itu semua membutuhkan waktu.

"Riset menunjukkan, dibutuhkan setidaknya 12-18 bulan sebelum gairah dan nafsu menurun," ucap Terry Orbach.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved