Romahurmuziy Nilai Duet JK-AHY untuk Pilpres 2019 Tak Punya Prospek

Wacana menduetkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dengan Agus Harimurti Yudhoyono untuk Pilpres 2019 dianggap tak punya prospek.

Romahurmuziy Nilai Duet JK-AHY untuk Pilpres 2019 Tak Punya Prospek
KOMPAS.COM
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wacana menduetkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dengan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 dianggap tak punya prospek.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP), Muhammad Romahurmuziy, ketika ditemui di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Selasa malam (3/7/2018).

"Saya katakan bahwa wacana Partai Demokrat tak punya prospek untuk (Pilpres) 2019 mendatang," ucap Romi, sapaan akrab M Romahurmuzy.

Baca: Tiga Desa di Kecamatan Mbata Mapanbuhang Sumba Timur Krisis Air Bersih

Romi mengingatkan, partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional berdasarkan hasil Pemilu 2014 untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019.

Menurut dia, hasil suara yang dimiliki Partai Demokrat sebagai pengusung wacana duet JK- AHY sulit untuk mewujudkan rencana itu.

"Koalisinya siapa? Di luar pak Jokowi dan Prabowo Subianto, hanya tiga parpol yang bisa bergabung," ucap Romi.

Apalagi, sejauh ini Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga belum menunjukkan sinyalnya untuk bergabung dengan Partai Demokrat.

"Demokrat, PAN, PKB, sejauh ini saya belum menerima sinyal bahwa ketiga partai itu akan bergabung dalam satu koalisi," kata Romi.

Partai Demokrat terus berupaya mencari cara untuk bisa mengusung AHY pada Pilpres 2019. Berbagai kemungkinan dijajaki, termasuk menduetkan AHY dan Kalla. Kalla sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Adapun AHY yang merupakan putra sulung SBY turut hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan dua tokoh yang pernah berpasangan sebagai presiden dan wapres pada 2004-2019 itu berlangsung di rumah SBY di bilangan Kuningan, Jakarta.

Kalla dan SBY sama-sama mengaku tak ada pembahasan terkait politik. Namun, pasca-pertemuan, wacana untuk mengusung duet JK-AHY menguat di internal Partai Demokrat. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved