Berita Labuan Bajo

Panwaslu Mabar Tidak Temukan Pelanggaran dalam Pilgub NTT

Ini karena pengawasan yang cukup ketat dan sosialisasi yang kami lakukan dalam rangka upaya pencegahan

Panwaslu Mabar Tidak Temukan Pelanggaran dalam Pilgub NTT
POS KUPANG/SERVATINUS
Tim dari Panwaslu Mabar saat mengecek data pemilih berkaitan dengan pengawasan Coklit di Labuan Bajo. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM|LABUAN BAJO--Hingga hari ini, Rabu (4/7/2018) Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), tidak menemukan adanya kecurangan atau pelanggaran selama tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTT yang sudah dilalui.

"Selama pengawasan kami, tidak ditemukan dugaan pelanggaran. Ini karena pengawasan yang cukup ketat dan sosialisasi yang kami lakukan dalam rangka upaya pencegahan," kata Ketua Panwaslu Mabar, Simeon Sofan Sofian saat ditanya POS--KUPANG.COM, Rabu siang.

Disampaikannya bahwa selama ini upaya pencegahan pelanggaran atau kecurangan cukup intens dilakukan oleh Panwaslu.

Diberitakan sebelumnya, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang tersebar pada 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), merekrut pengawas TPS untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

"Panwascam merekrut 473 pengawas TPS yang akan ditempatkan di 493 TPS di 12 kecamatan. Desa yang hanya memiliki satu TPS tidak perlu merekrut pengawas TPS," kata Kordiv SDM dan Kelembagaan di Panwas Kabupten Mabar, Edu Ndundu kepada POS--KUPANG.COM, Senin (28/5/2018).

Perekrutan tersebut kata dia, berlangsung mulai tanggal 21 Mei sampai 2 Juni 2018.

Sedangkan pelantikan pengawas TPS tersebut berlangsung pada tanggal 3 Juni 2018.

Edu menambahkan, ada 18 desa di Mabar yang hanya terdapat 1 TPS.

Sementara itu, tenaga pengawas di Kecamatan Komodo sebanyak 75 orang.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Komodo, Erasmus Kajung, mengatakan itu kepada POS--KUPANG.COM, Senin (4/6/2018).

"Jumlah total semua TPS di Kecamatan Komodo sebanyak 77 unit. Sedangkan pengawas TPS yang dilantik 75 orang. Sesuai aturannya, kalau dalam satu desa hanya ada satu TPS maka pengawasannya dilakukan langsung oleh Pengawas Pemilihan Lapangan atau PPL. Di Kecamatan Komodo ada dua desa yang masing-masing hanya satu TPS," kata Erasmus.

Dijelaskannya, perekrutan pengawas TPS dimulai pada awal Mei 2018 lalu. Pengawas TPS yang dilantik merupakan para pengawas yang lulus seleksi yang dilakukan oleh Panwascam Komodo.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved