Kebakaran Lahan Marak di Nagekeo

Persoalan kebakaran lahan dan padang di Mbay Kabupaten Nagekeo rupanya masih marak.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Kondisi lahan dan bukit yang terbakar di Nagekeo, Selasa (3/7/2018) yang terbakar di Nagekeo, Selasa (3/7/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Persoalan kebakaran lahan dan padang di Mbay Kabupaten Nagekeo rupanya masih marak.

Pasalnya hampir setiap lahan yang berdekatan dengan kampung dan bukit yang di wilayah Nagekeo sudah dilalap si jago merah.

Pantauan Pos Kupang.Com, Selasa (3/7/2018) dibeberapa titik di wilayah Kota Mbay menuju Aegela Kecamatan Nangaroro lahan dan padang yang ditumbuhi ilalang semua ludes terbakar.

Bahkan disisi kiri kanan jalan hampir semua ludes dilalap api beberapa pekan terakhir.

Meskipun sudah dipasang rambu-rambu berupa larangan untuk tidak boleh membakar lahan namun perilaku orang yang bertanggungjawab sangat merugikan hampir seluruh masyarakat.

"Padahal petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah mengimbau agar tidak boleh membakar hutan dan lahan. Apalagi saat ini musim kemarau," ungkap warga Boanio, Ertus Kepada Pos Kupang.Com, Selasa (3/7/2018).

Sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Barnabas Lambar, mengimbau masyarakat Nagekeo untuk tidak membakar hutan ataupun padang sembarangan.

Barnabas mengatakan, musim kemarau yang terjadi saat ini mengakibatkan rumput dipadang diseluruh wilayah Nagekeo kering.

Sehingga warga diminta untuk tidak boleh membakar lahan-lahan yang tidak semestinya dibakar.

Barnabas mengatakan, pihak sudah memasang rambu-rambu dan melakukan sosialisasi kepada warga untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Lewat forum RT, Desa dan Camat untuk memberikan pemahaman tentang potensi bencana khsusunya bencar kebakaran.

"Himbuan kepada masyarakat, Camat dan Desa pada setiap musim kemarau agar tidak membakar hutan, padang sembarang. Kami lakukan sosialilasi sebagai peringatan dini agar tidak mengambil hasil hutan dengan cara membakar sehingga tidak merusakan lingkungaan," ungkap Barnabas.

Barnabas mengatakan, rambu-rambu peringatan sudah dipasang diwilayah yang rawan bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui dan tidak membakar padang sembarangan.

"Kita sudah pasang rambu-rambu. Masyarakat juga diberi pemahaman dan sosialiasi didesa. Kita himbau kepada mereka semua potensi kebakaran," ungkap Barnabas.(*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved