Senin, 20 April 2026

Diplomat Iran Ini Ditangkap karena Dituduh Rencanakan Serangan Bom

Aparat keamanan Belgia, Perancis, dan Jerman menangkap enam orang, termasuk seorang diplomat Iran.

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.COM
Ilustrasi Ditahan 

POS-KUPANG.COM | BRUSSELS - Aparat keamanan Belgia, Perancis, dan Jerman menangkap enam orang, termasuk seorang diplomat Iran. Demikian sumber keamanan Perancis, Senin (2/6/2018).

Keenam orang ditangkap karena diduga merencanakan serangan bom terhadap sebuah unjuk rasa yang digelar akhir pekan lalu oleh sebuah kelompok oposisi Iran di Paris.

Rencana serangan itu mengincar pertemuan ribuan pendukung oposisi Iran di pinggiran utara kota Paris yang juga akan dihadiri beberapa politisi AS, termasuk sekutu dekat Presiden Donald Trump.

Baca: PPP Ingin Cawapres Jokowi dari Kalangan Santri, Ini Pertimbangannya

Kabar ini muncul di hari yang sama dengan kedatangan Presiden Iran Hassan Rouhani di Swiss yang disebut sebagai upaya menjalin kerjasama antara Iran dan Eropa setelah AS mundur dari kesepakatan nuklir.

Rouhani juga dijadwalkan berkunjung ke Austria yang saat ini menjadi presiden Uni Eropa sekaligus negara tempat diplomat Iran yang ditahan itu bertugas.

Menteri Luar Negeri Iran Mohamad Javad Zarif membantah rencana serangan itu sengaja dirancang untuk mengalihkan perhatian dari kunjungan Rouhani ke Eropa.

Penangkapan ini pertama kali diungkap pemerintah federal Belgia. Dalam dakwaan pemerintah Belgia menyebut mereka sebagai pasangan suami istri keturunan Iran tetapi berpaspor Belgia.

"Amir S (38) dan Nasimeh N (33) didakwa merencanakan serangan bom pada Sabtu di Villepinte, pinggiran Paris, dalam sebuah konferensi yang digelar organisasi Mujahidin Rakyat Iran," demikian kejaksaan Belgia.

Pasangan suami istri itu membawa 500 gram bahan peledak TATP bersama sebuah detonator saat dihentikan polisi di sebuah kawasan permukiman di Brussels.

Kejaksaan Belgia menambahkan, seorang diplomat Iran di Vienna yang menjadi kontak pasangan suami istri itu ditangkap di Jerman.

Sedangkan di Perancis, pada Sabtu (30/6/2018), tiga orang ditahan tetapi dua orang di antaranya kemudian dibebaskan. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved