Parade Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat Siap Digelar di Sumba

Parade 1.001 Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat akan digelar di dua kabupaten di Pulau Sumba, NTT, 7-12 Juli 2018 mendatang.

Parade Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat Siap Digelar di Sumba
KOMPAS.COM
Beragam jenis kain tenun Sumba digelar dalam pameran bertajuk Wastra Sumba: Warisan Dunia dari Indonesia di Museum Tekstil, Jakarta, Jumat (11/10/2013). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Parade 1.001 Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat akan digelar di dua kabupaten di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), 7-12 Juli 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan dua kabupaten yang siap menggelar event yang sudah menjadi brand internasional itu yakni Sumba Barat dan Sumba Timur.

"Rencana semula digelar di empat kabupaten dan mulai berlangsung pada tanggal 5 Juli 2018. Namun akhirnya hanya dua kabupaten yang siap. Dua kabupaten yang menunda yakni Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya," ucap Marius kepada sejumlah wartawan di Kupang, Senin (2/7/2018).

Baca: PPDB Online, Ini Permintaan Ombudsman kepada Masyarakat NTT

Menurut Marius, alasan dua kabupaten tersebut menunda kegiatan akbar itu, karena berkaitan dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Di dua kabupaten itu masih fokus untuk melakukan penghitungan suara.

Karena Parade Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat sudah menjadi branding nasional dan internasional, lanjut Marius, perubahan apapun tentu akan disampaikan kepada publik.

Marius merinci, parade ini akan dibuka pada Sabtu (7/7/2018) di Lapangan Manda Elu, Waikabubak, Sumba Barat.

Selanjutnya, pembukaan Festival Tenun Ikat akan digelar pada Kamis (12/7/2018) pukul 9.00 Wita di Lapangan Pahlawan, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Kemudian pada sore harinya, pukul 15.00 Wita, akan digelar parade Kuda 1.001 Kuda Sandalwood di padang sabana Laipori di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur.

Kedua kegiatan itu, lanjut Marius, akan teritegrasi dengan kegiatan Tour Tanah Humba pada tanggal 11 sampai 15 Juli 2018. Agenda ini dilakukan oleh anak anak Sumba yang merantau ke luar NTT.

"Kita mengharapkan kegiatan itu dilakukan di padang savana, sehingga keindahan tanah Sumba betul-betul bisa mendunia," katanya.

Dengan branding ini, Sumba dari waktu ke waktu akan dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Marius berharap kegiatan tersebut bisa berjalan dengan aman dan lancar, sehingga akan semakin menarik banyak wisawatan untuk berkunjung. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved