Lin Manuk Medha Ajak Stakeholder Puskesmas Watukapu Kerja Profesional

Puskesmas diminta untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir dan bayi balita.

Lin Manuk Medha Ajak Stakeholder Puskesmas Watukapu Kerja Profesional
ISTIMEWA
Suasana di Puskesmas Watukapu Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Kepala bidang (Kabid) pelayanan kesehatan Dinkes Ngada, Lin Manuk Medha mengajak stakeholders Puskesmas Watukapu agar selalu bekerja secara profesional dan mampu menjawabi standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan.

Menurutnya SPM ini akan memacu kerja Puskesmas secara baik dan terukur. Puskesmas diminta untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir dan bayi balita.

"Kita mesti bangga karena secara provinsi NTT, kita kabupaten terendah kematian ibu dan anak" ungkap Lin Medha, saat kegiatan Minlok di Puskesmas Watukapu, sebagaimana siaran pers yang diterima Pos Kupang.Com, Senin (2/7/2018).

Semantara itu, Mentor pemberdayaan kesehatan masyarakat Yohanes Donbosko Ponong, mengatakan, tenaga kesehatan di Puskesmas dan desa juga mesti mampu melakukan komunikasi dan advokasi kebijakan dana desa yang bisa membantu mendukung kegiatan SPM.

Mentor muda ini melanjutkan, dana desa sangat memungkinkan untuk membantu kegiatan SPM seperti pelayanan kesehatan bayi dibawah lima tahun (Balita) melalui dana desa untuk pemberian makanan tambahan (PMT), standar pelayanan pada usia produktif umur 15 sampai 59 tahun melalui dana desa bisa untuk pengadaan skrining, pelayanan kesehatan pada orang lanjut usia (lansia) bisa untuk kegiatan posyandu lansia, pelayanan kesehata pada penderita hipertensi melalui dana desa bisa untuk pengadaan tensi darah digital, dan pelayanan kesehatan diabetes melitus melalui dana desa juga bisa untuk pengadaan skrining.

Puskesmas harus bisa menguasai persoalan kontekstual disetiap desa, sehingga perencanaan penggunaan dana desa juga benar-benar berpihak pada kebutuhan kesehatan masyarakat desa.

"Teman-teman harus menguasai data dan disampaikan dalan forum perencanaan penggunaan dana desa sehingga bisa mendukung kegiatan SPM" jelas Bosko.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved