Timnas Argentina Gagal. Apakah Messi Akan Pensiun ?

tu tergantung bagaimana kami melakukannya, bagaimana hal itu berakhir," kata Messi sebelum bertolak ke Rusia, terkait keputusannya

Editor: Ferry Ndoen
KOMPAS.COM
Ekspresi kesedihan Lionel Messi seusai Argentina dikalahkan Perancis di babak 16 besar Piala Dunia 2018, di Kazan Arena, 30 Juni 2018. 

POS KUPANG.COM - - Empat gol Prancis yang bersarang di gawang Argentina dengan skor akhir 4-3 untuk kemenangan Les Blues, mengakhiri Piala Dunia keempat bagi Lionel Messi sekaligus mungkin saja akan menyudahi kiprahnya bersama tim nasional yang kerap berakhir dengan kekecewaan.

Ribuan suporter Argentina tumpah ruah di Kazan dengan harapan melihat Messi membawa Albiceleste melewati rintangan dari Prancis, setelah bintang Barcelona itu mencetak satu gol ke gawang Nigeria pada laga terakhir fase grup yang menentukan langkah pasukan Jorge Sampaoli itu ke 16 besar.

Messi memainkan perannya dengan menyodorkan dua assist pada gol Gabriel Marcado dan Sergio Aguero, kendati upaya itu tidak cukup untuk menyelamatkan Argentina dari kekalahan atas Prancis berkat dua gol Kylian Mbappe yang masih berusia 19 tahun.

"Itu tergantung bagaimana kami melakukannya, bagaimana hal itu berakhir," kata Messi sebelum bertolak ke Rusia, terkait keputusannya apakah akan tetap bermain untuk timnas setelah Piala Dunia, dilansir AFP.

Dibandingkan tiga Piala Dunia sebelumnya, bagi Messi tersisih di babak 16 besar kali ini merupakan yang tercepat.

Mencapai final pada Piala Dunia 2014 merupakan satu-satunya momen besar bagi Messi untuk menyamai kiprah Diego Maradona yang memimpin Argentina menuju kejayaan pada 1986.

Messi, yang meninggalkan Argentina menuju Barcelona saat masih berumur 13 tahun, oleh banyak kalangan di Argentina tetap dipandang tak sejajar dengan Maradona manakala membandingkan catatan keduanya di level internasional.

Setelah kekalahan 2014 dari Jerman di Brasil, Messi mengalami kekecewaan yang berulang, yakni kalah adu penalti atas Chile di final Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016.

Tendangan penalti Messi yang gagal di final turnamen 100 tahun Piala Amerika itu mendorong keputusan emosionalnya untuk pensiun dari panggung internasional.

"Faktanya kami kalah di tiga final yang menyebabkan beberapa momen rumit dengan pers Argentina karena perbedaan dalam melihat apa artinya mencapai final," kata Messi kepada surat kabar Sport yang berbasis di Barcelona.

Ia pun menimpali, "Ini tidak mudah dan harus dihargai. Memang benar bahwa menang itu penting, tetapi sampai di sana juga tidak mudah."

Batal pensiun

Segalanya menjadi jelas saat Messi membatalkan keputusannya untuk gantung sepantu dari tim nasional sepak bola negerinya, kemudian membantu Argentina di fase kualifikasi Piala Dunia menuju Rusia.

Tanpa Messi, yang absen dalam delapan pertandingan kualifikasi karena cedera dan suspensi, Argentina cuma menang satu kali.

Halaman
12
Sumber:
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved