Pencarian KM Sinar Bangun Mengandalkan Pukat. Ini Metodenya

robot ROV milik Basarnas serta Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang tersangkut di dalam perairan, "diistirahatkan" untuk perbaikan

Pencarian KM Sinar Bangun Mengandalkan Pukat. Ini Metodenya
. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Warga melakukan ritual doa di dermaga Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (30/6/2018). Prosesi tersebut bertujuan agar ratusan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bisa segera ditemukan dan segera dievakuasi 

POS KUPANG.COM - - Pencarian KM Sinar Bangun pada hari ke 14, Minggu, dilakukan dengan mengandalkan trawl atau jaring pukat.

Alat tradisional itu dipasang di dua unit kapal penyeberangan feri KMP Sumut I dan II ke lokasi temuan gambar bangkai kapal.

Sementara robot ROV milik Basarnas serta Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang tersangkut di dalam perairan, "diistirahatkan" untuk perbaikan.

Direktur Operasional Basarnas, Bambang Suryo Aji mengatakan, pihaknya akan mendatangkan robot sejenis ROV yang juga berkemampuan mengangkat benda.

Alat itu nantinya diupayakan mengangkat jasad para korban yang berada di dasar danau di kedalaman 455 meter.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Simalungun menggagas dan memfasilitasi pertemuan dengan keluarga korban di Pamatang Raya.

Bupati Simalungun, JR Saragih memprediksi, proses evakuasi berisiko pada ketidak-utuhan jasad korban.

Sementara itu, aktivitas di Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun yang menjadi posko utama tidak seramai dan sesibuk seperti biasanya.

Kelompok orang yang berada di area pelabuhan didominasi warga yang memanfaatkan waktu libur untuk menyaksikan proses pencarian. (*)

Baca: Atlet Tarung Derajat Kota Kupang Dipersiapkan Menuju PORProv September 2018

Tags
Danau Toba
Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved