Kim Jong Un Bujuk Presiden China Bantu Cabut Sanksi terhadap Korut

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membujuk kepada Presiden China Xi Jinping untuk membantu mengakhiri sanksi ekonomi terhadap negaranya.

Kim Jong Un Bujuk Presiden China Bantu Cabut Sanksi terhadap Korut
KOMPAS.COM
Foto yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, bertanggal 20 Juni 2018, menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kiri) yang bersalaman dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. 

POS-KUPANG.COM | PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membujuk kepada Presiden China Xi Jinping untuk membantu mengakhiri sanksi ekonomi terhadap negaranya.

Pernyataan itu dimuat oleh surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun pada Minggu (1/7/2018), seperti dikutip dari AFP. Kim menyampaikan permintaan tersebut ketika bertemu Xi di Beijing pada bulan lalu.

Sementara, Xi berjanji untuk melakukan yang terbaik guna memenuhi keinginan Kim.

Baca: Kapolres Kupang Kota Sebut Lomba Burung Berkicau Polda NTT Event Nasional

"Kami merasa sangat menderita karena sanksi ekonomi. Sekarang, kami telah menyimpulkan KTT AS-Korea Utara berhasil, saya ingin (China) bekerja untuk mencabut sanksi lebih awal," kata Kim.

Dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara tersebut berusaha memperbaiki hubungan yang dirusak oleh uji coba nuklir Korea Utara dan dukungan China terhadap sanksi PBB.

Kim memilih China sebagai destinasi kunjungan luar negeri resmi pertamanya pada Maret lalu, kemudian bertemu Xi lagi pada Mei 2018 di kota pelabuhan Dalian.

Kim meminta Xi untuk membantu meringankan sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Korea Utara.

Dia mendesak China untuk mendukung Korea Utara dalam pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat.

Xi disebut secara aktif mendukung reformasi dan Korea Utara yang terbuka, serta akan bekerja sama dengan isu-isu yang terkait dengan upaya itu.

Dia juga meminta Korea Utara untuk melanjutkan konsultasi dengan China atas negosiasinya dengan pemerintah AS.

Pada tahun lalu, China mengeluarkan sinyal agar Dewan Keamanan PBB dapat mempertimbangkan pengurangan hukuman terhadap Korut.

Kunjungan resmi ketiga Kim ke China dipandang sebagai langkah untuk meyakinkan negara itu bahwa Korut tidak akan mengabaikan kepentingannya, setelah pertemuan bersejarah dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura.

China dan AS sama-sama berharap melihat semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir. Tetapi China khawatir AS dan Korut mungkin akan semakin dekat, sehingga terlihat ancaman terhadap kepentingan ekonomi dan keamanan di kawasan tersebut. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved