Ternyata Empat TKI Ilegal yang Tabrakan di Tawau Malaysia Berasal dari Flores Timur

Empat dari lima tenaga kerja ilegal Indonesia yang tewas di perairan Tawau-Sebatik Jumat (29/6/2019) ternyata berasal dari Flores Timur.

Ternyata Empat TKI Ilegal yang Tabrakan di Tawau Malaysia Berasal dari Flores Timur
ISTIMEWA
Para korban yang telah ditemukan berasal dari Flotim. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Flores Timur berduka. Empat dari lima tenaga kerja ilegal Indonesia yang tewas di perairan Tawau-Sebatik Jumat (29/6/2019) ternyata berasal dari Flores Timur.

Kepala Desa Riangkemie, Thomas B Irianto Lewar memastikan ada warganya yang meninggal dunia.

"Empat orang sudah dipastikan dari Flotim, ada dari Lewohala dan ada dari Riangkemie sini," kata Thomas Lewar, Sabtu (30/6/2018).

Baca: Kadishub Samosir Jadi Tersangka Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Berikut ini daftar nama warga Flotim yang tewas dalam kecelakaan kapal jurusan Tawau menuju Pulau Sebatik itu.

Pertama Agustina Jawa Kelen atau akrab disapa Astin Kelen berusia 32 tahun. Barek Beguir atau Barek Kelen (35) dan Viani Nuktin atau Viani Mukin.

Seorang laki-laki yang menurut informasi Atty Koten Lamawalang mengenal korban dan berasal dari Ebak Kecamatan Tanjung Bunga.

Kades Riangkemie, Thomas Lewar juga menyebutkan korban yang laki-laki berasal dari Tanjung Bunga Flotim.

Ada perbedaan identitas terutama nama akhir para korban diduga demi kepentingan pengurusan dokumen kependudukan ilegal.

Alamat tinggal keempat korban, diketahui tinggal di Nunukan Kalimantan Timur. Informasi pasti terkait jumlah korban masih simpang siur.

Berdasarkan informasi dari Elly Lian, ada satu korban lagi yang diketahui belum ditemukan bernama Solin Kelen.

Solin Kelen juga berasal dari Riangkemie Flotim, satu kampung dengan Elly Lian. Solin Kelen memiliki anaknya dititipkan bersama ibunya di Malaysia.

Saat kejadian naas itu, cerita Elly Lian Solin Kelen sedang berbadan dua. Informasinya, jelas Elly, suami korban pulang melalu jalur resmi sementara istrinya lewat jalur tikus.

Namun Elly menambahkan masih terus mencari tambahan informasi tentang keberadaan keluarga sesama kampungnya pada peristiwa naas itu.

Jika ditambah Solin Kelen, maka total warga Flotim yang tewas lima orang. Empat orang dari Ilemandiri dan semuanya perempuan. Satunya laki-laki dari Tanjung Bunga. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved