Tabrakan Speedboat, 2 Anak TKI Asal Flores, NTT Ini Hilang

Bernard Waton (34) TKI dari Flores Nusa Tenggara Timur yang bekerja sebagai buruh mebel di Kota Keke Sabah Malaysia mengaku 2 anaknya hilang

Tabrakan Speedboat, 2 Anak TKI Asal Flores, NTT Ini Hilang
KOMPAS.COM
Salah satu keluarga korban yang menjemput jenazah korban tabrakan speedboat TKI ilegal di perairan perbatasan Pulau Sebatik. 

POS-KUPANG.COM | NUNUKAN - Bernard Waton (34) TKI dari Flores Nusa Tenggara Timur yang bekerja sebagai buruh mebel di Kota Keke Sabah Malaysia mengaku 2 anaknya, yakni Yordimus Eban (9) dan Cherlin Waton (4) belum diketahui nasibnya pasca tabrakan maut speedboat yang terjadi di perairan perbatasan Pulau Sebatik, Jumat kemarin.

Dia mengatakan, kedua anaknya ikut bersama istrinya Agustina Jawa Kellen naik speedboat yang mengalami kecelakaan itu. istri Bernard sendiri ditemukan meninggal.

Baca: Tangis Histeris Keluarga Sambut Jenazah Suami-Istri Korban Penembakan KKB di Papua

"Anak saya dua belum tahu nasibnya. Mereka terpaksa pulang lewat samping karena paspornya habis masa berlakunya," kata dia, Sabtu (30/6/2018).

Bernard mengaku mereka berangkat bersama dari kota Keke pada hari Kamis dan sempat bermalam di Kota Tawau sebelum melanjutkan perjalanan ke Nunukan.

Sementara Bernard pulang pada Jumat siang melalui jalur resmi karena paspor yang dimilikinya masih berlaku, sementara kedua anak dan istrinya pulang melalui jalur tikus di Pulau Sebatik pada Jumat malam.

Sementara salah satu keluarga korban lainnya, Sebastian Maran juga mengaku salah satu keluarganya atas nama Solin Kelen (21) belum diketahui nasibnya.

Perempuan yang hamil 6 bulan tersebut dilaporkan ikut naik speedboat yang mengalami kecelakaan di perairan perbatasan tersebut.

"Diikut rombongan speed itu, sampai saat ini belum diketahui nasibnya. Dari daftar korban yang dirilis basarnas juga tidak ada," ujarnya.

Sebuah sebuah speedboat yang membawa belasan TKI ilegal dari Kota Tawau Malaysia menuju Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara dilaporkan tabrakan dengan sebuah speedboat yang diduga dari Filipina. Tabrakan antar speedboat yang terjadi di perairan Perbatasan Pulau Sebatik dengan Tawau Malaysia tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 19:00 Wita.

Dari 19 penumpang speedboat 5 dilaporkan meninggal, 13 selamat dengan mengalami luka luka sementar 2 penumpang masing-masing Olong dan penumpang anak-anak bernama Bastian (6) belum dikatahui nasibnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved