Catatan Sepakbola

Suami Idaman itu Seperti Pemain Jerman

Pilkada dan sepakbola itu sama dan sebangun dalam satu hal: mengaduk-aduk emosi, mengharubiru hati.

Suami Idaman itu Seperti Pemain Jerman
Penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer (tengah), berusaha meninju bola sebelum dicocor kapten Korea Selatan, Son Heung-min (kiri), dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018). 

Mengakhiri fase grup Piala Dunia 2018 ada cerita unik yang patut dicatat dalam sejarah bola. Jepang lolos karena pasukan Samurai Biru itu lebih santun dibandingkan Senegal.

Shinji Kagawa dan kawan-kawan memiliki koleksi poin yang sama dengan Senegal. Baik Jepang maupun Senegal sama memiliki empat poin dan selisih gol identik. Di tabel klasemen jumlah gol memasukkan dan kemasukan Jepang-Senegal serta head to head mereka sama.

FIFA memutuskan Jepang berhak maju ke babak 16 besar karena menang dalam hitung hitungan fair play terkait jumlah kartu kuning. Timnas Jepang sampai akhir babak penyisihan cuma mengoleksi 4 kartu kuning.

Satu kartu kuning saat melawan Kolombia, dua kartu saat bersua Senegal dan satu kartu kuning ketika menghadapi Polandia. Sementara Senegal mengantongi 6 kartu kuning. Dua kartu kuning saat berlaga dengan Polandia, tiga kartu kuning ketika bertemu Jepang dan satu kartu ketika melawan Kolombia.

Bintang Argentina Lionel Messi merayakan golnya saat melawan Nigeria pada pertandingan Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion St. Petersburg, Rusia, Senin waktu setempat (Selasa dinihari WIB).
Bintang Argentina Lionel Messi merayakan golnya saat melawan Nigeria pada pertandingan Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion St. Petersburg, Rusia, Senin waktu setempat (Selasa dinihari WIB). ((fifa.com))

Berdasarkan aturan FIFA, sebuah tim kehilangan satu poin untuk satu kartu kuning. Jika seorang pemain mendapat dua kartu kuning, timnya mendapat nilai minus tiga. Bila pemain mendapat kartu merah langsung, tim dikurangi lima poin.

Aturan ini memaksa Senegal harus tersingkir karena kalah dalam nilai fair play. Pelajaran berharga bagi tim manapun. Junjung tinggi fair play itu!

Dan, inilah pertama kali dalam sejarah FIFA World Cup, kelolosan sebuah tim ditentukan oleh poin lebih sedikit mengoleksi kartu. Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) memang memiliki delapan poin yang menentukan kelolosan sebuah tim ke fase gugur Piala Dunia 2018.

Delapan poin tersebut sebagai berikut. Pertama, jumlah poin terbanyak yang diraih oleh sebuah tim selama babak penyisihan grup. Kedua, selisih gol di semua pertandingan fase grup. Ketiga, jumlah gol yang dicetak. Keempat, jumlah poin dari pertandingan antartim. Kelima, selisih gol dari laga yang dimainkan antartim.

Keenam, jumlah gol yang dicetak saat tim-tim yang memiliki poin sama bertanding. Ketujuh, jumlah nilai fair play berdasarkan perolehan kartu kuning dan kartu merah dan terakhir undian acak dari FIFA.

Kembali ke kasus Jepang-Senegal,seandainya kedua kesebelasan tersebut memiliki rapor fair play yang sama, maka FIFA akan memakai cara kedelapan. FIFA akan mengundi secara acak. Yang menang adalah yang beruntung.

Halaman
1234
Penulis: dion_db_putra
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved