Catatan Sepakbola

Suami Idaman itu Seperti Pemain Jerman

Pilkada dan sepakbola itu sama dan sebangun dalam satu hal: mengaduk-aduk emosi, mengharubiru hati.

Suami Idaman itu Seperti Pemain Jerman
Penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer (tengah), berusaha meninju bola sebelum dicocor kapten Korea Selatan, Son Heung-min (kiri), dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018). 

Kuartet pilar pertahanan Korea, Yong Lee, Yun Young-sun, Lom Young-gwon dan Chul Hong begitu dingin dan taktis mengawal setiap pergerakan Oezil dkk. Lee Jae-sung, Jung Woo-young, Jang Hyun-soo dan Moon Seon-min pun sigap membantu saat dikepung Der Panzer.

Dua gol injury time Korea Selatan persembahan Kim Young-gwon menit ke-90+4 dan Son Heung-min menit ke 90+6 adalah tanda Jerman tidak hanya kehabisan stamina tapi otak dan hati sudah letih tak terampunkan.

Dalam deraan frustrasi berat, Kapten Manuel Neuer coba bantu serangan di menit terakhir. Terinspirasi gaya kiper eksentrik Kolombia, Rene Hiquita. Eh malah gawangnya kebobolan gol Son Heung-min.

Tahun 2014 di kota eksotik Belo Horizonte, Jerman mempermalukan tuan rumah Brasil 7-1 di babak semifinal. Empat tahun kemudian, anak-anak ganteng dari semenanjung Korea memulangkan mereka amat lekas.

Ini bukan soal kutukan juara bertahan yang gagal lolos grup sejak 2006. Kinerja Jerman memang tak baik amat. Joachim Loew pun mengakuinya. "Kami tak pantas memenangi Piala Dunia sekali lagi. Kami tak patut melaju ke 16 besar," ujar Loew dilansir BolaSport.com dari FIFA.

Begitulah hukum bola. Selalu ada tawa dan tangis. Seperti dikatakan legenda sepakbola Jerman, Franz Beckenbaur, tidak pernah ada tim yang selalu menang dan berjaya. Bola mengajarkan manusia tentang menang dan kalah. Yang kalah mesti legawa yang menang tak patut jumawa.

Di Kazan, Jerman berurai air mata dan Korea Selatan boleh pulang kampung sambil memeluk senyum. Sama-sama pulang tapi gejolak batin berbeda.

***

Thiago Silva merayakan gol Brasil ke gawang Serbia bersama Neymar pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2018 di Stadion Spartak, 27 Juni 2018.
Thiago Silva merayakan gol Brasil ke gawang Serbia bersama Neymar pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2018 di Stadion Spartak, 27 Juni 2018. (IST)

WORLD Cup Russia 2018 sudah menyelesaikan fase penyisihan grup pada 28 Juni 2018. Enam belas tim meraih tiket yaitu Uruguay, Rusia (grup A), Spanyol, Portugal (grup B), Prancis, Denmark (grup C), Kroasia, Argentina (grup D), Brasil, Swiss (grup E), Swedia, Meksiko (grup F), Belgia, Inggris (grup G) dan Kolombia, Jepang (grup H).

Jepang menjadi satu-satunya wakil Asia di babak knock-out. Prestasi buruk justru melanda tim-tim asal Afrika. Pada Piala Dunia tahun ini tidak satupun yang masuk kelompok 16 besar dunia. Konfederasi Eropa mengirim wakil terbanyak (10), disusul Amerika Utara, Tengah dan Karibia (1), Amerika Selatan (4) dan Asia (1).

Pada babak 16 besar mulai 30 Juni 2018, Prancis bertemu Argentina, Uruguay vs Portugal, Spanyol vs Rusia, Kroasia vs Denmark, Brasil vs Meksiko, Belgia vs Jepang, Swedia vs Swiss dan Kolombia vs Inggris.

Halaman
1234
Penulis: dion_db_putra
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved