Pilkada Serentak 2018

Imbauan Dandim Ende Pasca Pencoblosan Pilkada: Hentikan Saling Klaim

Dandim 1602 Ende, Letkol Kav Suteja mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di daerah itu agar senantiasa menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif.

Imbauan Dandim Ende Pasca Pencoblosan Pilkada: Hentikan Saling Klaim
ISTIMEWA
Dandim 1602 Ende, Letkol Kav Suteja 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Pasca penoblosan Pilkada Ende dan Pilgub NTT, Dandim 1602 Ende, Letkol Kav Suteja mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di daerah itu agar senantiasa menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif.

"Saya Letnan Kolonel Kavaleri Suteja, Komandan Kodim 1602/Ende mengimbau kepada saudaraku semuanya masyarakat Kabupaten Ende yang terhormat dan terkasih," tulis Dandim Ende dalam pesan WA kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (29/6/2018).

Baca: Tim Pakar RPM Rutin Monitoring Petani Bawang Merah di Malaka

"Ucapan terima kasih atas peran serta saudaraku sekalian yang telah menggunakan Hak Pilih nya pada pencoblosan Pilkada di Kabupaten Ende pada 27 Juni 2018," ujar Dandim Suteja.

"Kami TNI/POLRI menghimbau kepada saudaraku sekalian agar tetap tenang dan tidak menunjukkan perilaku provokatif terkait dengan pelaksanaan Hasil Hitung Cepat oleh media maupun Lembaga Survei lainnya,"ujarnya.

"Mari kita percayakan mekanisme kepada KPU sesuai tahapan penyelenggaraan Pilkada yang telah diatur secara Nasional sesuai prosedur yang berlaku. Hentikan saling klaim sampai ada penetapan secara resmi oleh pihak KPU siapa yang memenangkan kontestasi Pilkada di Kabupaten Ende," ujarnya.

Tidak perlu menunjukkan kekuatan massa simpatisan pendukung masing-masing Paslon untuk melakukan konvoi atau membuat keramaian di lokasi umum maupun di lokasi basis massa pendukungnya masing-masing tanpa meminta izin konvoi dan keramaian pada pihak kepolisian.

Mari kita menjadi dewasa dalam berpolitik untuk mau berlapang dada bila Paslon yang didukungnya belum diberi kesempatan untuk menjadi Bupati/Wabup Kabupaten Ende dan bagi para pendukung Paslon yang diberi kesempatan menjadi Bupati/Wabup Kabupaten Ende agar tidak usah eforia berlebihan dalam merayakan kemenangannya.

Tidak usah terlalu menepuk dada dan mencibir kepada massa pendukung Paslon yang belum diberi kesempatan untuk memimpin Kabupaten Ende.

Bila ada melakukan hal-hal yang dapat memprovokasi dan berpotensi menjadi gangguan Kamtibmas maka akan berhadapan dengan sanksi hukum yang berlaku.

Mari berpikir cerdas, berhati ikhlas dan sebagai umat yang beriman kepada Tuhan YME , Kita kembalikan lagi kepada Nya...bahwa itu semuanya adalah Takdir Kuasa Tuhan.
Untuk menuding pihak-pihak yang terkait sebagai penyelenggara dan pengawas maupun oknum TNI/POLRI yang apabila terindikasi berbuat curang atau tidak netral maka harus dilengkapi dengan data, fakta dan saksi dilapangan. Sehingga tuduhan tersebut tidak berbalik kepada Saudaraku sekalian dengan tuduhan fitnah yang dapat dikenai sanksi hukum pidana

Sekali lagi mari kita semua menyadari bahwa Pilkada ini bukanlah akhir dari segalanya tapi jadikan momentum Pilkada ini sebagai bagian dari tujuan menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Ayo buktikan bahwa Baba, Ine, Ari dan Kae semuanya adalah memang bersaudara. Beda pilihan itu adalah Hak masing-masing tapi bersatu itu adalah Kewajiban Baba, Ine, Ari dan Kae agar dapat mencapai ENDE LIO NAGE SARE PAWE," ujar Suteja. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved