Wisatawan Portugal di Labuan Bajo Terancam Hukuman Satu Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Wisatawan wanita asal Portugal di Labuan Bajo berinisial MDS (52), terancam hukuman satu tahun penjara dan denda uang Rp 500 juta.

Wisatawan Portugal di Labuan Bajo Terancam Hukuman Satu Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM|LABUAN BAJO--Wisatawan wanita asal Portugal di Labuan Bajo berinisial MDS (52), terancam hukuman satu tahun penjara dan denda uang Rp 500 juta.

Hukuman itu berdasarkan undang-undang nomor 1 tahun 2009, tentang penerbangan.

Warga Portugal tersebut terancam penjara dan denda karena menyebut ada bom di salah satu koper penumpang Pesawat Wings Air, saat mereka masuk ke dalam pesawat untuk terbang ke Denpasar dari Labuan Bajo minggu lalu.

"Ancamannya satu tahun penjara dan denda Rp 500 juta," kata Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono, SIK kepada POS--KUPANG.COM, Selasa (26/6/2018).

Dia menyampaikan bahwa tindakan dari wisatawan itu sangat berbahaya bagi kenyamanan dan keselamatan.

"Itu sangat berbahaya. Kalau ada penumpang yang kwatir dan panik lalu berhamburan ke luar pesawat, bisa berbahaya," kata Julisa.

Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Udara di Bandara Ngurahrai Denpasar Bali, dalam rangka melimpahkan kasus itu ke mereka yang tangani sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 2009.

Namun walaupun penanganan kasus itu nanti diserahkan ke PPNS, tetap di bawah koordinasi dan pengawasan penyidik Polri.

Diberitakan sebelumnya, wisatawan wanita asal Portugal yang hendak berangkat ke Denpasar dari Labuan Bajo menggunakan Pesawat Wings Air, ditahan oleh petugas Bandara Komodo dan diserahkan ke kepolisian Polres Mabar, Kamis (21/6/2018), sekitar pukul 16.45 Wita.

Wanita itu diperiksa polisi karena dia menyebut ada bom di dalam salah satu koper milik penumpang lainnya.

"Kami sudah menyerahkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian dan pesawat rencananya tetap terbang malam ini," kata Kepala Bandara Komodo, Djarot Subiyanto saat dikonfirmasi POS--KUPANG.COM, Kamis malam.

Informasi yang dihimpun POS--KUPANG.COM, perkataan tentang ada bom itu juga didengar langsung oleh pramugari.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved