Catatan Sepakbola

Parade Kesedihan Saat Hendak Beranjak Pulang

Modric beberapa kali mengungkapkan kekagumannya kepada mega-bintang Lionel Messi, "musuh" kompetisinya di laga kedua

Parade Kesedihan Saat Hendak Beranjak Pulang
(Johannes EiseLE / AFP)
Pemain Kroasia, Luka Modric merayakan gol ke gawang Argentina di Nizhny Novgorod pada 21 Juni 2018. 

Ulasan Bola Viktus Murin

Jurnalis Pos Kupang 1992-1995

POS-KUPANG.COM - Sportivitas tertinggi dalam olahraga, termasuk sepakbola, adalah ketika setiap tim atau individu mampu memberikan apresiasi kepada lawan yang telah ditaklukkan.

Sportivitas adalah kembar siam dari sikap respek. Sportivitas seperti itu yang ditunjukkan Luca Modric, gelandang gesit Kroasia. Dalam wawancara televisi beberapa saat setelah Kroasia menaklukkan Argentina, Modric memakai kostum Argentina sebagai ekspresi simpati sekaligus empatinya pada lawan.

Modric beberapa kali mengungkapkan kekagumannya kepada mega-bintang Lionel Messi, "musuh" kompetisinya di laga kedua babak penyisihan grup. Piala Dunia Rusia, maupun di La Liga Spanyol.

Di tengah wawancara, Modric mendadak terkejut saat disebut sebagai pemain terbaik dalam laga Kroasia bentrok Argentina. Keterkejutan yang memberi pertanda bahwa Modric adalah tipologi bintang bola yang rendah hati.

Apabila harus membuat komparasi dengan realitas tahun politik hari-hari ini di nusantara, sportivitas dalam olahraga tampak bertolak belakang dengan yang terjadi di arena politik praktis.

Dalam dunia adu-muslihat yang satu ini, "musuh" yang sudah dijatuhkan pun dapat "dihabisi" melalui pembunuhan karakter (character assasination) secara berulang-ulang. Demikianlah, sportivitas di dunia olahraga sangat langka untuk ditemukan dalam rimba raya politik praktis.

Reaksi Pemain Argentina Lionel Messi seusai Argentina dikalahkan Kroasia dalam babak penyisihan grup D Piala Dunia 2018, di Nizhny Novgorod, Kamis (21/6/2018) atau Jumat dinihari WITA. Kekalahan dengan skor 3-0 ini membuat Argentina di ujung tanduk.
Reaksi Pemain Argentina Lionel Messi seusai Argentina dikalahkan Kroasia dalam babak penyisihan grup D Piala Dunia 2018, di Nizhny Novgorod, Kamis (21/6/2018) atau Jumat dinihari WITA. Kekalahan dengan skor 3-0 ini membuat Argentina di ujung tanduk. (IST)

Di arena olahraga, kemenangan dan kekalahan adalah realitas akhir dari kompetisi. Namun, di atas kemenangan dan kekalahan itu, kepentingan terbesar yang tetap dijaga adalah persahabatan dan kemanusiaan.

Di panggung politik praktis, kemenangan dan kekalahan adalah juga realitas akhir dari kompetisi. Namun, di atas kemenangan dan kekalahan ini, kepentingan terbesar bukanlah persahabatan dan kemanusiaan, melainkan kepentingan politik itu sendiri. Jadi, tak perlu heran jika berlaku adagium politik; "Tidak ada musuh dan teman abadi. Yang abadi adalah kepentingan".

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved