Ibu-ibu di Lembata Ini Sudah Siap Ikut Pilgub NTT

Ibu-ibu yang berasal dari desa-desa di Kabupaten Lembata, menyatakan sudah siap mengikuti Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTT

Ibu-ibu di Lembata Ini Sudah Siap Ikut Pilgub NTT
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Ibu-ibu dari Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutun yang berjualan di Pasar Pada, Senin (25/6/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Ibu-ibu yang berasal dari desa-desa di Kabupaten Lembata, menyatakan sudah siap mengikuti Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTT yang akan dilangsungkan pada Rabu (27/6/2018).

"Kami sudah tahu kalau Pilgub NTT itu akan dilaksanakan pada hari Rabu (27/6/2018). Kami juga sudah siap untuk memberikan hak suara kami kepada pasangan calon tertentu. Kami sudah punya jago," ujar ibu Theresia Utan dan beberapa ibu lainnya dari Belang, Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Senin (25/6/2018) siang.

Baca: Di Hadapan Prabowo, Ketua MPR Katakan Ini Soal Posisi TNI-Polri

Hal yang sama disampaikan Fatima Kewa dan Khadijah asal Desa Baobolak, Kecamatan Nagawitun dan Ibu Elisabeth Making dan beberapa ibu lainnya dari Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape, ketika dihubungi Pos Kupang di Pasar Pada Lewoleba, siang kemarin

Saat itu, ibu-ibu dari beberapa desa tersebut sedang menjajakan barang dagangannya di pasar teraebut. Di Lembata, setiap Senin merupakan hari pasar paling ramai di Kota Lewoleba. Pasar mingguan itu dilaksanakan seminggu sekali. Ada kabar menyebutkan hari pasar itu direncanakan dua kali seminggu yakni setiap Senin dan Kamis.

Theresia Utan mengatakan, jadwal Pilgub NTT tersebut sudah diketahui masyarakat terutama para pemilih. Mereka mengetahui jadwal itu dari pembicaraan yang berkembang di desa-desa.

Dengan demikian, lanjut dia, pada hari H Pilgub NTT, masyarakat pasti akan menuju tempat pemungutan suara dan menanti giliran untuk memberikan hak suaranya dengan mencoblos tanda gambar pasangan calon yang diinginkannya.

Hal yang sama disampaikan Fatima Kewa, Khadijah dan Elisabeth Making. Menurut Fatima, pemungutan suara itu dimulai pagi hari sampai selesai. Olehnya ia berencana mendatangi TPS lebih awal, sekitar pukul 07.30 Wita supaya pulang juga bisa lebih cepat. "Kalau datang cepat, pulang juga.lebih awal sehingga bisa lanjutkan pekerjaan di rumah," ujarnya.

"Kami sudah tahu jadwal pemungutan suara sehingga kami pasti akan datang ke TPS," ujar Ibu Elisabeth Making, asal Desa Watodiri dibenarkan beberapa warga lainnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved