Saksi Partai Gerindra Waspadai Kecurangan di Pilgub NTT. Ini Alasannya!
Pengalaman lima tahun lalu tidak boleh terulang lagi. Untuk itu, saksi harus kawal betul semua surat suara.
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM, KUPANG - DPD Partai Gerindra NTT menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan pengurus DPC Partai Gerindra di Daratan Timor di Resto Nekamese, Kupang, Kamis (21/6/2018). Rakor tersebut adalah untuk konsolidasi persiapan menghadapi pencoblosan dan memperkuat saksi.
"Saya tegaskan kepada semua yang hadir di sini untuk menunjukan kinerjanya. Seluruh kader harus tetap memegang prinsip sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Mari bersatu agar pilkada ini dapat berjalan sesuai aturan. Ini adalah sukacita kita semua," kata Ketua DPD Partai Gerindra NTT, Esthon Foenay.
Esthon mengatakan, pilkada entah gubernur ataupun bupati adalah moment dimana para kader menunjukkan loyalitasnya kepada partai. Untuk itu dia berharap, semua kader yang membentuk relawan di seluruh pelosok NTT mengawal semua proses pilkada ini agar berjalan dengan lancar dan sukses.
"Esthon dan Chris yang didukung oleh PAN, Gerindra dan Perindro sudah siap menang dan siap kalah. Siap menang karena diyakini karena sudah bekerja sejak 2016. Dan karya sebagai PNS, kami sudah punya pengalaman baik di provinsi maupun kabupaten. Untuk itu, harapan kita adalah tanggal 27 nanti, semua elemen untuk bekerja jujur dan netral. Hal ini agar kepala daerah yang terpilih nanti dipilih rakyat sesuai hati nurani, tanpa paksaan atau lainnya," kata Esthon.
Sementara Ketua DPP Partai Gerindra, Fary Francis pada kesempatan itu berharap, semua kader Partai Gerindra harus memastikan bahwa semua pemilih sudah mendapat undangan. "Jangan sampai dia dukung kita, tapi ternyata dia tidak dapat surat undangan. Ini harus dikawal. Jadi setelah pulang dari sini, kalau temui seperti itu, segera proses agar dia bisa dapat undangan," kata Fary.
"Pastikan semua pemilih kita dapat surat undangan. Kemudian, pastikan juga agar yang sudah dapat undangan ikut coblos. Pengalaman lima tahun lalu tidak boleh terulang lagi. Untuk itu, saksi harus kawal betul semua surat suara. Saat hitung, saksi harus jeli melihat berita acara. Harus cocokan saat perhitungan sehingga jangan sampai salah," tegasnya.
Secara terpisah, Sekretaris Partai Gerindra NTT, Gabriel Beri Binna, mengatakan, rakor kali ini khusus membahas penguatan saksi. "Kita tidak ingin kecolongan lagi. Ini rapat konsolidasi untuk penguatan saksi," tegasnya. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rakor-partai-gerindra_20180622_093018.jpg)