Petani Mondu Lambi Mengaku Tidak Bisa Membasmi Penyakit Kuning Pada Padi

Para petani padi Sawah di Persawahan Mondu Lambi mengaku mereka tidak bisa membasmi penyakit kuning yang menyerang tanaman padi

Petani Mondu Lambi Mengaku Tidak Bisa Membasmi Penyakit Kuning Pada Padi
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Para petani Mondu Lambi sedang memberikan keterangan pers. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Para petani padi Sawah di Persawahan Mondu Lambi Desa setempat Kecamatan Lewa Tidahu Kabupaten Sumba Timur mengaku mereka tidak bisa membasmi atau memberantas penyakit kuning yang menyerang tanaman padi milik mereka.

Hal itu disampaikan sejumlah petani setempat, Lasarus Lodu Pekuwali, Yahya Kanabila dan sejumlah petani lainya ketika ditemui POS-KUPANG.COM di Mondu Lambi, Jumat (22/6/2018).

Baca: Komisi II DPRD NTT Dukung Penuntasan Kasus Pemerkosaan Wisman di Labuan Bajo

Yahya Kanabila mengatakan, pada musim tanam padi sebelumnya meskipun penyakit tetap menyerang padi mereka, namun bisa di basmi. Jenis penyakit yang bisa dibasmi para petani tersebut adalah penyakit putih dan penyakit merah pada tanaman padi.

"Kalau kedua penyakit ini, kami bisa basmi dengan beli obat berantas penyakit di Lewa, sudah kita basmi dan penyakitnya hilang. Tapi musim tanam kali ini tanaman padi malah diserang penyakit kuning, penyakit jenis ini kami tidak bisa basmi. Kami sudah gunakan berbagai macam obat berantas tetapi tetap juga tidak mampan,"kata Kanabila.

Kanabila mengaku, jenis penyakit kuning itu berupa daun dan batang padi berwarna kuning dan busuk lansung dari akar padi. Sehingga diharapkan Dinas Pertanian bisa memberikan solusi untuk pembasmianya.

Kanabila mengaku, akibat penyakit kuning yang menyerang tanaman padinya tersebut, dimana padi yang ditanamnya diatas lahan seluas 82 are ia hanya bisa memanen 11 karung. Jika tidak terkena penyakit kuning tersebut ia panen bisa mencapai 85 karung berukuran 50 kilogram (kg).

Petani lannya, Lasarus Lodu Pekuwali juga menyampaikan hal yang sama. Pekuwali mengatakan, akibat tanaman padi yang ia budidayakan di atas lahan seluas 25 are di serang penyakit kuning tersebut, pada musim panen kali ini ia hanya bisa panen 10 karung dari biasa jika hasil normal ia peroleh bisa mencapai 25 karung berukuran 50 Kg. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved