Keberhasilan Petani Bawang Merah di Fafoe Menginspirasi Masyarakat Desa Sikun

Keberhasilan para petani Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka dalam membudidayakan bawang merah menginspirasi warga Desa Sikun

Keberhasilan Petani Bawang Merah di Fafoe Menginspirasi Masyarakat Desa Sikun
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Desa Fafoe, Yeremias Nahak 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | BETUN - Keberhasilan para petani Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka dalam membudidayakan bawang merah tahun lalu menjadi inspirasi tersendiri bagi warga Desa Sikun yang adalah desa tetangga.

Kini masyarakat Desa Sikun termotivasi untuk mengembangkan bawang merah yang dibantu Pemerintah Kabupaten Malaka seluas 15 hektare.

Baca: Ini Keyakinan Pelapor Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Soal Pelaku Pengeroyokan

Kepala Desa Fafoe, Yeremias Nahak kepada wartawan di Sikun, Jumat (22/6/2018) mengatakan, keberhasilan petani desa Fafoe dalam mengembangkan bawang telah mendorong warga Desa Sikun untuk membudidayakan bawang merah tahun 2018. Desa Sikun mendapat bantuan benih bawang merah untuk dikembangkan di lahan seluas 15 hektare.

Bawamg merah merupakan satu dari delapan komoditi RPM yang dicetus Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

Menurut Nahak, petani merasa senang dan bersyukur karena pengembangan komoditi bawang merah mendapat perhatian yang besar dari pemerintah seperti pengolahan lahan menggunakan traktor dari pemerintah secara gratis. Selain itu, mendapat benih unggul secara gratis dan pendampingan secara gratis.

Menurut Nahak, sekarang ini para petani lebih memilih berada di kebun setiap harinya ketimbang tinggal di rumah. Karena di kebun, petani mendapatkan suasana yang lebih bagus ketika melihat lahan sudah diolah dengan sempurna serta melihat tanaman pertanian yanh bertumbuh subur.

Ketua Kelompok Tani Halibot, Theresia Aek mengatakan sangat senang dengan semua bantuan pemerintah untuk budidaya bawang merah di Desa Sikun mulai dari pengolahan lahan, bibit bawang dan obat-obatan.

"Terima kasih kepada Bupati SBS yang sudah memperhatikan rakyatnya agar hidupnya sejahtera melalui program RPM. Kita berharap program yang baik ini tetap dilanjutkan untuk mempercepat kesejahteraan rakyat di Kabupaten Malaka, khususnya di desa Sikun," kata Theresia.

Ketua Tim Pakar RPM, Dr. Heri Kotta mengaku bangga melihat petani di Kabupaten Malaka berubah pola pikir dalam mengembangkan pertanian.

Dulu masyarakat menggunakan pola pertanian tradisional atau konvensional tetapi sekarang sudah berubah ke pola pertanian modern seperti yang ditunjukan para petani sawah, jagung dan bawang merah.

Heri menyebutkan, petani Malaka sedang "berbulan madu" dengan hasil pertanian yang mereka dapat selama ini. Kemudian, petani semakin rajin ke kebun bahkan petani memilih tetap berada di kebun setiap harinya ketimbang di rumah. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved