Kamis, 9 April 2026

Masyarakat Malaka Makin Termotivasi Terapkan Pola Pertanian Moderen

hasil pengamatan dan analisi tim pakar menunjukan, ada lonjakan dan perubahan perilaku masyarakat Malaka dalam mengadopsi pola pertanian modern

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Lahan bawang merah di Desa Wedorok, Kabupaten Malaka bertumbuh subur. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN --Masyarakat di Kabupaten Malaka semakin termotivasi menerapkan pola pertanian modern melalui program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicetus Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

Daya dorong atau motivasi itu muncul karena beberapa alasan yakni, hasil produksi pertanian yang diperoleh sangat bagus serta perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Malaka sangat besar.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Pakar RPM, Dr. Heri Kotta kepada Pos Kupang, saat dihubungi, Rabu (20/6/2018).

Menurut Heri, hasil pengamatan dan analisi tim pakar menunjukan, ada lonjakan dan perubahan perilaku masyarakat Malaka dalam mengadopsi pola pertanian modern. Dulu masyarakat menggunakan pola pertanian tradisional tetapi sekarang menerapkan pertanian modern.

Hal yang memotivasi mereka adalah hasil produksi yang diperoleh setelah menerapkan pertanian modern jauh lebih besar dibandingkan dengan pola pertanian tradisional (konvensional).
"Hal yang memotivasi mereka tentunya hasil yang diperoleh jauh lebih besar bahkan dua kali lipat. Misalnya padi sawah, dulu hanya empat ton per hektare, tapi sekarang sudah delapan, sembilan ton, bahkan 11 ton per hektare," kata Heri.

Menurut Heri, petani sawah di Kabupaten Malaka sudah 100 persen mengadopsi pola pertanian modern dengan tata tanam jajar legowo, kemudian petani jagung sudah 99 persen mengadopsi pola tata tanam double track.

Selain itu, petani bawang merah sudah 100 persen mengadopsi pola pertanian modern. Sedangkan petani yang mengembangkan kacang hijau masih terus dibimbing agar menggunakan pola tanam larikan, yang merupakan pola pertanian modern.

Menurut Heri, sebelum program RPM muncul, sikap masyarakat terhadap sektor pertanian masih terlihat apatis, tetapi sekarang masyarakat berlomba-lomba mengembangkan pertanian. Hal ini terjadi karena selain hasil yang diperoleh sangat besar juga karena masyarakat mendapat kemudahan-kemudahan lewat bantuan peralatan pertanian modern (tracktor) dari pemerintah. Selain itu, bantuan benih unggul, pupuk, obat-obatan dan pendampingan secara rutin dari tim pakar dan PPL. Peningkatan produksi hasil pertanian berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sejauh ini, para petani di Malaka sudah mampu menerapkan pola pertanian secara modern, baik pengelolaan lahan, penanaman, panen dan pasca panen.

Heri mengharapkan, petani Malaka yang sudah mendapat bimbingan dan pendampingan selama ini bisa mandiri. Petani yang sudah dibina mesti mampu mendorong dan mengispirasi petani lain untuk menerapkan pola pertanian modern. (*).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved