Pedagang Di Pantai Lasiana Kupang Mengaku Sepi Pembeli

sepinya pembeli ini juga membuat dirinya merugi karena barang dagangannya seperti pisang dan kelapa akan rusak jika tidak laku terjual.

Pedagang Di Pantai Lasiana Kupang Mengaku Sepi Pembeli
pos kupang.com, gecio viana
Ludovikus Naitio (58) penjual kelapa muda, pisang gepe, makanan dan minuman di area wisata pantai Lasiana Kupang, Senin (18/6/2018)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM l KUPANG - Gita Solo (44), seorang pedagang di area wisata pantai Lasiana kota Kupang mengatakan, walaupun pengunjung di pantai Lasiana Kupang mengalami kenaikkan, akan tetapi dagangannya sepi pembeli, Senin (18/6/2018)

Ditemui POS-KUPANG.COM disela aktifitas berjualannya, Gita yang sehari-harinya berjualan kelapa muda, pisang gepe, jagung bakar, minuman dan aneka makanan ringan ini menilai, faktor penyebab berkurangnya pembeli adalah dinaikkannya harga karcis masuk area wisata sesuai Pergub NTT No 12 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Tarif Retribusi Izin Trayek, Retribusi Jasa Umum dan Retribusi Jasa Usaha.

"Jualan kami harganya tetap sama, tapi sejak bulan Agustus 2017 saat pihak pemprov NTT menaikkan harga karcis masuk mulai saat itu jualan kami menurun drastis, sedangkan anak saya sejak SD sampai kuliah, penghasilan dari sini untuk anak sekolah," katanya

Ia menjelaskan, para pengunjung yang datang membayar karcis masuk dua kali lipat lebih besar dari harga sebelum mengalami kenaikkan, sehingga, kata Gita, tidak ada gairah dari pembeli untuk membeli dagangannya karena pengunjung merogoh kocek yang cukup besar saat di pintu masuk.

"Saat masa libur lebaran, kalau dulu sebelum harga karcis naik, saya hanya hitung hari minggu saja Rp 500 ribu keuntungan bersih di tangan, kalau sekarang jangankan Rp 500 ribu, Rp 100 ribu saja hampir-hampir tidak dapat," ungkap perempuan yang telah berjualan di area pantai Lasiana sejak tahun 1994 tersebut.

Ia menambahkah, sepinya pembeli ini juga membuat dirinya merugi karena barang dagangannya seperti pisang dan kelapa akan rusak jika tidak laku terjual.

"Jadi kami punya jualan pisang hanya tahan dua hari saja tidak bisa lebih, pisang juga paling kami beli 3 sisir. Kelapa hanya bertahan satu minggu," jelasnya.

Gita berharap, pemerintah provinsi NTT dapat menurunkan harga karcis masuk sehingga ia dan 25 penjual lainnya dapat kembali mendapat keuntungan berjualan di area wisata pantai Lasiana.

"Harapan kami harga karcis bisa turun supaya bisa tarik napas, karena sejak bulan Juli 2017 saat harga karcis dinaikkan sangat terasa sekali," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved