Buaya Sepanjang 3 Meter Serang Warga, Ini Akibatnya

Tunding (35), warga Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara diserang seekor buaya muara sepanjang sekitar tiga meter, Minggu (17/6/2018).

Buaya Sepanjang 3 Meter Serang Warga, Ini Akibatnya
KOMPAS.COM
Buaya muara sepanjang 3 meter yang sempat menyerang warga Mamolo Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. 

POS-KUPANG.COM | NUNUKAN - Tunding (35), warga Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara diserang seekor buaya muara sepanjang sekitar tiga meter, Minggu (17/6/2018).

Kamarudin, tetangga korban yang menyaksikan peristiwa tersebut bercerita, Tunding saat itu sedang membetulkan geladak jemuran rumput lautnya yang rusak.

Diduga buaya tersebut kaget saat Tunding, yang berprofesi petani rumput laut, turun ke air. Buaya itu kemudian menyerang.

Baca: Meghan Markle Dianggap Meniru Gaya Kate Middleton

"Kejadiannya sekitar pukul 10.00 Wita. Air laut masih pasang saat si Tunding turun. Buayanya diduga kaget karena setelah itu langsung pergi," ujar Kamarudin, Senin (18/6/2018).

Akibat serangan buaya tersebut, Tunding mengalami sejumlah luka di bahu, tangan serta bibir bagian atas. Korban mendapat beberapa jahitan.

Kamarudin mengatakan, warga Mamolo sudah terbiasa dengan belasan buaya muara yang sering terlihat berjemur di Sungai Mamolo.

Warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan juga sering memberi ikan hasil tangkapan mereka saat pulang melaut kepada para buaya.

"Habis kejadian itu buaya itu pergi di sekitar sungai karena ada warga memberi ikan. Warga sini biasa memberi ikan sepulang melaut," ucapnya.

Selain buaya muara yang menyerang Tuding, Kamarudin mengaku, ada juga buaya yang ukurannya lebih besar.

Buaya itu biasa terlihat di sekitar Pantai Mamolo. Warga Mamolo berharap, pemerintah daerah Nunukan mengelola keberadaan puluhan buaya tersebut dengan membuatkan tempat khusus seperti tempat penangkaran buaya.

"Aktivitas masyarakat sini semua di laut. Kami harap pemerintah daerah mengelola keberadaan biaya di sini dengan membuat penangkaran buaya. Kan bisa jadi tempat pariwisata juga, kami juga aman melakukan aktifitas," kata Kamaruddin. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved