Video Wakil Bupati Belu Dilarang Masuk Indonesia Usai Antar Jenazah ke Timor Leste

Ini pimpinan, lewat dibiarkan seperti ini, kamu punya gaya apa ini?” kata Wakil Bupati Ose Luan dengan nada tinggi.

Video Wakil Bupati Belu Dilarang Masuk Indonesia Usai Antar Jenazah ke Timor Leste
screenhot FB
Wakil Bupati JT ose Luan dan Rombongan saat tertahan di Pintu Gerbang Motaain 

POS-KUPANG.COM – Wakil Bupati (Wabup) Belu, Pronvinsi NTT, JT. Ose Luan bersama rombongan tak bisa masuk ke Indonesia usai antar jenazah Anggota DPRD ke Timor Leste.

Wabup Ose dan rombongannya ditahan di pintu gerbang Motaain, Kabupaten Belu pada Selasa (12/6/2018) sore lantaran pintu gerbang terkunci.

Hal ini diketahui dari unggahan video akun facebook Yasinta lau.

Akun Facebook ini menambahkan caption, Wabup Belu beserta rombongan tertahan selama 30 menit di portal Motaain sepulang mengantar jenazah alm. Bpk. Fransisco Soares Pareira. Dengan alasan jam istrahat dan kunci portal dibawa oleh petugas...

Baca: Bupati dan Forkompimda Flotim Buka Puasa Bersama Umat Islam di Mesjid As-Syuhada Larantuka

Baca: 5 Zodiak Ini Berani Minta Maaf Pada Mantan dan Beri Kesempatan Balikan

Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan
Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan (POS KUPANG/EDY BAU)

Postingan ini mendapat tanggapan dan komentar dari netizen yang umumnya warga Kabupaten Belu.

Ada akun yang mengatakan kurang koordinasi dan dijawab oleh akun Yasintha dengan mengatakan rasa kesal melihat seorang wakil bupati diperlakukan layaknya pelintas illegal.

Akun Simprosius Leki Dasi meminta agar petugas di gerbang perbatasan diberikan sanksi karena telah lancang memperlakukan pemimpin di Belu seperti itu.

Dalam video berdurasi Video berdurasi 1 menit dan 54 detik ini terlihat Wakil Bupati Ose Luan sangat geram.

Dengan nada tinggi, Wabup meminta agar pimpinan pemegang kunci portal segera datang.

Baca: Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Hadiri Acara Percakapan Pastoral di Gereja Pniel Oebobo

Danyonif Raider 641/Bru, Letkol Inf. Wisnu Herlambang menyerahkan cenderamata kepada Wabup Belu, JT Ose Luan dalam acara lepas sambut di Mako Satgas Pamtas, Atambua Barat, Kamis (6/4/2017).
Danyonif Raider 641/Bru, Letkol Inf. Wisnu Herlambang menyerahkan cenderamata kepada Wabup Belu, JT Ose Luan dalam acara lepas sambut di Mako Satgas Pamtas, Atambua Barat, Kamis (6/4/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

“Kastau kepala (pimpinan pemegang kunci portal, red), kita butuh dia di sini,” kata Wabup Ose.

Terdengar suara lain menimpali bahwa mereka baru pulang mengantar jenazah sehingga tidak pantas ditahan seperti itu.

Wabup Ose lantas mengatakan, harusnya ada petugas BNPP yang selalu berada di gerbang untuk melihat siapa yang melintas.

“Harusnya, istirahat, tutup kamu yang BNPP itu satu di sini, TNI juga satu di sini. Sehingga lihat siapa yang lewat.

Ini pimpinan, lewat dibiarkan seperti ini, kamu punya gaya apa ini?” ujarnya masih dengan nada tinggi.

Baca: Maksimal Potensi Laut, Ampera Siap Beli Kapal Penangkap Ikan Besar dan Bangun Bagan

Baca: Harga Beras dan Telur Ayam Turun, Harga Gula Pasir dan Minyak Goreng Stabil

Kepala BI Perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga bersama Kapolres Belu AKBP Michael Ken Lingga dan Wabup Belu, JT Ose Luan menunjukkan fisik uang NKRI terbaru Tahun emisi 2016 yang baru ditukarkan di Kantotr Bank NTT Unit pasar Baru Atambua, Sabtu (25/2/2017).
Kepala BI Perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga bersama Kapolres Belu AKBP Michael Ken Lingga dan Wabup Belu, JT Ose Luan menunjukkan fisik uang NKRI terbaru Tahun emisi 2016 yang baru ditukarkan di Kantotr Bank NTT Unit pasar Baru Atambua, Sabtu (25/2/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

Dalam video ini, terlihat orang berkerumun dari balik gerbang, begitupun rombongan wakil bupati.

Ada juga anggota TNI berdiri dari balik gerbang tapi tidak bisa berbuat apa-apa meski melihat Wakil bupati mengamuk.

Tak lama berselang, seorang petugas yang berseragam sekuriti datang membawa kunci dan membuka gerbang.

Melihatnya, Wabup Ose langsung mengatakan, “Kau besok sudah pindah, sekuriti harus di sini. Kamu dari mana?" tanyanya.

Petugas pemegang kunci terlihat berusaha menjawab lalu menunduk dan membuka kunci gerbang.

Berikut komentar netizen menanggapi unggahan video akun Yasintha Lau:

Theo Bere Ati: Kurang koordinasi
Yasintha Lau: Itu sdah pak.. Perginya tdk bermasalah, pulang baru masalah
Theo Bere Ati: Kasihan juga e
Yasintha Lau: Iya pak. Belu 2 kyak pelintas ilegal saja. Mkax mreka bkan n bgtu
Garcia Milano Lts: Mntap kwn

Baca: Perempuan Ini Kehilangan 50 Anggota Keluarganya Akibat dari Kejadian Ini

Baca: Ini Kisah Marianus Kelen Tentang Tiga Bersaudara di Surabaya yang Mencari Kerabat di Flores Timur

Yasintha Lau: Sy bingung e kwan. Mreka salahkan bnpp, tp mreka yg pling depan tutup pintu. Pergi tdk masalah, kok pulang bru ribut. Hadeehh
Garcia Milano Lts: Mntap tu kwn. Setuju..
Yasintha Lau: Itu security kok mau2x djadikan tumbal... Su bgtu heran e jelas2 belu 2 yg lewat. Tp diperlakukan kyak plintas ilegal saja
Mitu Borges: TNI dong sdh biasa ..klo sdh jam istirahat sdh tutup

Simprosius Leki Dasi: Aturan dibuat oleh manusia dan dilaksanakan oleh manusia dn sangat di sayangkan pemimpin belu lewat pintu ditutup ...harap diberi teguran dan sanksi yg keras supya jgn terulang lagi bila perlu kasi mutasi dan kasi pindah saja karna ini sdh dengan sengaja ditutup
Yasintha Lau :Itu su kk. Hampir stengah jam beliau berdiri di portal situ. Brasa kyak pelintas ilegal

Baca: Pemudik ke Lembata Ribuan Orang

Baca: Agus Harimurti Yudhoyono Kritik Jokowi, Begini Tanggapan Sekjen PDI-P

Mad Nenometa: Pecat sj petugas yg tdk hargai pimpinan wilayah
Yanti Belak Knapa amp bgtu in,, krg koordinasi tu in

NONTON VIDEO KLIK : Video Wabup Belu Tak Bisa Masuk Indonesia Usai Antar Jenazah Anggota DPRD

Meninggal mendadak

Sebelumnya diberitakan, Kabar duka datang dari Keluarga Besar DPRD Belu dan Partai Gerindra Kabupaten Belu.

Pasalnya, salah satu anggota DPRD Belu periode 2014-2019 yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Belu, Fransisco Soares Pereira meninggal dunia secara mendadak pada Minggu (10/6/2018) sore.

Diduga meninggal karena menderita sakit jantung.

Baca: Lebaran, Biarkan Anak Kumpul Bersama Kakek dan Neneknya, Manfaat Besar Loh

Kabar meninggalnya anggota dewan yang akrab disapa Siku Naruk ini menyebar begitu cepat melalui media sosial facebook maupun grup-grup whatsapp (WA).

Ucapan duka cita di facebook dari sejumlah kerabat dan teman anggota DPRD. Akun facebook Dinas Pariwisata Belu juga langsung mengunggah foto fransisco disertai ucapan turut berduka cita.

Unggahan ini mendapat ratusan tanggapan.

Akun anggota DPRD Belu, Martin Nai Buti lebih dahulu menggunggah berita kematian fransisco disertai ucapan selamat jalan serta dua buah foto almarhum semasa hidup dan foto almarhum sudah terbujur kaku mengenakan setelan jas hitam dibalut kain adat.

Baca: Menularkan Kemesraan Panglima TNI-Kapolri ke Bawahan

Baca: Ini Pernyataan Kepsek SMPN 1 Kota Kupang Terkait Siswa Titipan Dalam PPDB 2018

Postingan ini mendapat 681 respon dan komentar, ada juga yang tidak percaya dan meragukan kebenaran informasi ini.

Sekretaris DPRD Belu, Anton Tisera yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Senin (11/6/2018) pagi membenarkan meninggalnya anggota dewan yang terkenal tegas dan keras saat berbicara dalam sidang-sidang DPRD.

Menurutnya, almarhum meninggalkan karena menderita sakit. "Iya benar. Beliau meninggal kemarin. Karena sakit," kata Sekwan Anton.

Ungkap Fakta Lain

Kabar meninggalnya anggota DPRD Belu, Frasisco Soares Pereira seolah mengungkap peristiwa lain yang tidak terungkap selama ini di Kabupaten Belu.

Penyebab kematian almarhum secara resmi disampaikan oleh Sekretaris DPRD Belu bahwa akibat menderita sakit.

Baca: Ribuan Surat Suara Pilkada Kabupaten Kupang Rusak, KPU Sudah Buatkan Berita Acara

Baca: Sambil Nangis, Dimitria Roman Mengatakan Hal Ini Pada Tim Bedah Rumah

Banyak kalangan merasa kehilangan dengan kepergian Siku Naruk.

Akun Anggota DPRD Belu dari Fraksi Gerindra, Martin Nai Buti pada Senin (11/6/2018) kembali menggunggah beberapa foto Siku Naruk semasa hidup berisi caption: 

Atas nama Almarhum kk Fransisco Soares Pereira/ Sico Naruk, saya Menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Masyarakat kab Belu dan khususnya masyrakat Kec.kota, Kakuluk mesak dan Atb barat yg sudah mmpercayakan Almrhum mnjadi Wakil rakyat dapil-1 dari Partai Gerindra selama hampir 4 tahun ini, 

Sudah banyak yg Almarhum suarakan dengan gayanya yg khas, namun tentunya belum memuaskan kalian semua, dan untuk itu, ijinkan Saya sekali lagi atas nama Kk Sico Almrhum menyampaikan permohonan maaf yg sedalam dalam nya atas semuanya itu...

Kk Sico tdk bisa lagi melanjutkan semua nya itu krn Tuhan berkehendak lain,, DIA SUDAH TINGGALKAN KITA SEMUA..

Mohon doa kita mengiring perjalanannya ke rumah Bapa. 
Selamat jalan PEJUANG PARTAI GERINDRA.

Baca: Trump dan Kim Jong Un Tandatangani Kesepakatan

Akun lainnya, Helio Caetano Moniz yang juga seorang pengacara mengunggah foto almarhum dan caption: 

Kemarin Engkau masih datang di rumah.

Saya masih ingat isi pembicaraan kita, bahkan masih tertawa terhadap candamu.

Saya sama sekali tak menyangka, pertemuan itu adalah terakhir kalinya dalam hidup.

Saudaraku, kita pernah bersama, suka duka kita jalani dan lewati bersama. Kita kadang sepakat dan kadang bertengkar.

Saya mohon maaf atas segala kesalahan yg ada, dan saya pun memaafkan segala yg sudah2, saya mencintaimu dan pasti ada cerita yang akan membuatku mengenangmu.

Tuhan sertamu dalam keyakinanku. Love you Maun.

Baca: 4 Zodiak Ini Terkenal Punya Sifat Penakut Banget, Apa Kamu Termasuk Salah Satunya?

Akun berikutnya, Mariano Parada, Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia ini mengunggah foto Siku Naruk yang memakai topi cowboy dan sedang berada di atas sebuah motor trail.

Dia menambahkan caption :

Satu persatu para pejuang kita telah dipanggil menghadap sang khalik.

"Lebih baik saudara yang jahat, daripada teman yang baik"@begitu pesan bijak yang selalu Kau ingatkan versi bahasa Portugis dalam setiap diskusi jika kita berbeda.
R.I.P Apa Siku.

Baca: Sekolah Pangeran Harry Tawarkan Tur untuk Turis

Namun beberapa postingan di media sosial berbicara hal lain.

Ada satu akun yang diduga keluarga almarhum menjelaskan soal kematian anggota DPRD ini yang diduga karena sedang berada di lokasi judi sabung ayam.

Akun ini secara terbuka menjawab berbagai pertanyaan seputar kematian Siku Naruk.

Dia menjelaskan bahwa kematian almarhum karena sedang berada di lokasi judi sabung ayam.

Diduga, karena ayam jagoan almarhum menang sehingga dia kegirangan. Saat itulah terjatuh mengenai drum bekas dan tidak tertolong.

"Bpk pi taji aym.teriak2 kr menang.jth trn kpla kena drum tajm kk."

Demikian akun ini menjawab pertanyaan akun lainnya. (*)

LINK VIDEO WABUP TAK BISA KEMBALI INDONESIA

LINK VIDEO: USAI ANTAR JENAZAH ANGGOTA DPRD, WABUP OSE LUAN TAK BISA MASUK INDONESIA

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved