STIKES Nusantara Kupang Dukung Mahasiswa Peduli Lingkungan Sosial, Bagaimana Caranya?

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara Kupang mendukung mahasiswa peduli lingkungan sosial, bagaimana caranya?

STIKES Nusantara Kupang Dukung Mahasiswa Peduli Lingkungan Sosial, Bagaimana Caranya?
POS KUPANG/RYAN NONG
Pembantu Ketua III STIKES Nusantara Kupang Benediktus Belang Niron SS, M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG –  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara Kupang mendukung mahasiswa peduli lingkungan sosial, bagaimana caranya?

Dalam rangka menciptakan lulusan STIKES sebagai tenaga kesehatan yang unggul dalam pengabdian di masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara Kupang mengarahkan dan mendorong mahasiswanya untuk terlibat dan menjadi pionir dalam kegiatan-kegaitan pengabdian masyarakat.

Melalui kegaitan-kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa diberi ruang dan kesempatan untuk secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dan mengaplikasikan ilmu dan kecakapan yang dipeoleh selama di bangku kuliah.

Baca: Siang Ini DJ Korban Dugaan Peluru Nyasar Polisi Dioperasi di RSUD Maumere

Baca: Ternyata Pengiriman Barang Lewat Peti Kemas ke Labuan Bajo Meningkat Karena Hal Ini

Baca: Cagub NTT Esthon Sebut Cagub Viktor Dengan Sapaan Adik, Apa Maksudnya Sih?

Pembantu Ketua III STIKES Nusantara Kupang Benediktus Belang Niron SS, M.Si kepada Pos Kupang mengatakan, orientasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan STIKES Nusantara bertujuan tidak hanya untuk menumbuhkan sikap ilmiah di kalangan mahasiswa.

Tetapi menurutya, lebih dari itu untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosial dan melatih agar tidak canggung ketika terjun dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Kampus selalu dorong mahasiswa untuk lebih meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan social dengan kegiatan-kegiatan social yang berdampak positif bagi masyarkat,” ungkapnya.

Berbagai macam kegitan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh mahasiswa melalui koordinasi dari organisasi mahasiswa seperti BEM.

Baca: 5 Perempuan Ini Melahirkan di Usia Paruh Baya, Bagaimana Penjelasan Medisnya

Baca: Ditinggal Tidur 3 Jam, Antonius Febrianto, Nelayan Magepanda Hilang di Laut Nangahure

Baca: Janda Usia 78 Tahun yang Nikahi Pemuda Usia 28 Tahun Kini Sudah Hamil 7 Bulan, Selamat Ya

Baca: PNS Dua Anak Sering Nginap di Rumah Janda, Warga Lakukan Hal Ini Ke Mereka

Kegitan-kegitan tersebut umumnya bersifat social, baik berupa kegiatan bakti sosial yang dilakukan bersama dengan masyarakat maupun pemeriksaan-pemeriksaan gratis di kelompok-kelompok kategorial masyarakat dan kelompok-kelompok kewilayahan baik di Kota Kupang maupun di Kabupaten Kupang.

Niron menyebutkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan seperti bakti sosial dan memeberikan sumbangan ke beberapa Panti Asuhan serta pemeriksaan gratis dilkaukan mahasiswa sebagai perwujudan kepedulian terhadap sesama.

Namun untuk kegiatan pemerikasaan kesehatan gratis yang dilakukan, lanjut Niron, selalu dibawah bimbingan dan koordinasi para dosen dan dokter sehingga dapat terpantau dengan baik. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved