Niken Fernandez Merasa Bahagia Tampil dalam Acara Perayaan 50 Tahun Gereja St. Yoseph Naikoten

Niken Fernandez gadis cantik asal Larantuka, merasa bahagia dapat tampil dalam acara perayaan 50 tahun gereja St. Yoseph Naikoten

Niken Fernandez Merasa Bahagia Tampil dalam Acara Perayaan 50 Tahun Gereja St. Yoseph Naikoten
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Niken Fernandez di sela-sela kesibukannya mengisi acara perayaan 50 tahun gereja St. Yoseph Naikoten Kupang. Sabtu, (11/6/18)

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Niken Fernandez gadis cantik asal Larantuka, merasa bahagia dapat tampil dalam acara perayaan 50 tahun gereja St. Yoseph Naikoten, Kupang.

Malam itu, Sabtu, (9/6/18), Niken bersama ke 6 temannya dari komunitas St. Cecilia, keuskupan Larantuka tampil membawakan tarian Wae Rai. Tarian daerah Lamaholot. Senin, (11/6/18).

"Saya sangat bahagia bisa ikut ambil bagian dalam perayaan 50 tahun ini. Sambutan dari penonton luar biasa. Itu membuat saya kian bersemangat saat menari", ucap Niken.

Penampilan Niken dan kawan-kawan pada perayaan 50 tahun gereja St. Yoseph itu, memang mendapat sambutan meriah dari penonton yang hadir.

Tarian yang berdurasi hampir 30 menit itu, diiringi musik tradiosional berupa gendang, bambu, dipadukan dengan keyboard dan drum.

Gerak tari Niken dan kawan-kawan yang anggun dan gemulai, beberapa kali membuat penonton serentak bertepuk tangan.

Momen-momen tepuk tangan inilah, kata Niken membuat dirinya kian bersemangat, meski durasi waktunya boleh dibilang cukup lama.

"Saya tidak menduga bisa dapat sambutan yang meriah dari penonton. Dukungan mereka buat saya tambah bersemangat," ujar Niken.

Saat ditanya soal tarian yang ia bawakan bersama teman-temannya itu, Niken menyebutkan tarian Wae Rai adalah salah satu tarian daerah Lamaholot. Tarian ini, lanjut Niken dibawakan oleh 7 orang perempuan.

Tarian Wae Rai, tambahnya, menggambarkan sifat air yang senantiasa mengalir dan memelihara segala makhluk, dan mengapa harus 7 orang? Niken mengatakan angka 7 dalam tradisi kebudayaan Lamaholot dipandang sebagai angka sempurna.

Niken sudah mencintai kesenian, terutama tarian daerah sudah sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Demi mengasah bakat menarinya, Niken juga bergabung dengan Komunitas Seni dan Budaya Fantavare Larantuka.

Setiap kali ada acara di sekolahnya Niken selalu terlibat. Ia berharap muda-mudi NTT, semakin banyak yang mau menjaga kelestarian kesenian-keseniaan daerah NTT.(*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved