Gelar Diskusi dan Pemutaran Film Lewa di Lembata, AML Kupang Perkenalkan Budaya Lamalera.

(AML) Kupang menggelar diskusi dan pemutaran satu film dokumenter berjudul "Lewa di Lembata", yang bertempat di Sekretariat

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Gelar Diskusi dan Pemutaran Film Lewa di Lembata, AML Kupang Perkenalkan Budaya Lamalera.
POS KUPANG/GECIO VIANA
Suasana pemutaran film dokumenter berjudul Lewa Di Lembata dan diskusi di Sekretariat Asosiasi Mahasiswa Lembata (AML) Kupang kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Jumad (8/6/2018) malam

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM l KUPANG -- Dalam rangka memperkenalkan budaya Leva, Asosiasi Mahasiswa Lembata (AML) Kupang menggelar diskusi dan pemutaran satu film dokumenter berjudul "Lewa di Lembata", yang bertempat di Sekretariat AML, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Jumad (8/6/2018) malam

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 20.00 Wita ini dihadiri oleh sejumlah anggota, simpatisan dan partisipan Asosiasi Mahasiswa Lembata (AML) Kupang.

Film yang berdurasi sekira 42 menit ini menyedot perhatian dan antusis para penonton, yang tidak hanya berasal dari Lembata, namun juga daerah lain, seperti Malaka, Kefa, Maumere dan Adonara.

Sari Fahik, salah satu partisipan yang hadir mengatakan, dirinya bangga bangga terhadap AML Kupang yang mampu menunjukkan eksistensinya, tidak hanya sebagai sebuah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang fokus pada kegiatan formal organisatoris, namun, lanjut Sari, juga bisa memperkenalkan budaya Lembata, khususnya Lamalera, secara lebih luas.

Rivan Sebleku, Ketua Umum AML Kupang ketika ditanya mengenai alasan di balik diadakan kegiatan ini, ia mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan budaya Leva masyarakat Lamalera, yang sering menimbulkan kontroversi, antara konservasi dan tradisi.

Mahasiswa Fakultas Hukum Undana ini juga mengaku senang dan bangga dikarenakan reaksi para penonton yang sangat apresiatif terhadap budaya Leva dan mendukung agar budaya ini jangan sampai lenyap dari tanah Lamalera.

"Dengan menampilkan film dokumenter ini, diharapkan agar masyarakat tidak lagi memiliki persepsi yang parsial terhadap budaya Leva. Semoga budaya Leva tetap terjaga dan jangan sampai punah," katanya.

Untuk diketahui, Lamalera. Sebuah desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT terkenal dengan budaya Lewa (Leva), sebuah tradisi penangkapan ikan paus, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Hal inilah yang diangkat dalam sebuah Film Dokumenter berjudul "Lewa di Lembata" karya Tim Ekspedisi Indonesia Biru. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved