Ini Keyakinan Bimanesh Dokter RS Medika Permata Hijau terhadap Setya Novanto

Saya merasa perlu infus karena saya mau kasih penghilang rasa nyeri, tekanan darah sangat dipengaruhi emosional

Ini Keyakinan Bimanesh Dokter RS Medika Permata Hijau terhadap Setya Novanto
(ANTARA/Sigid Kurniawan) (antara)
Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Bimanesh Sutarjo menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018). Dalam sidang tersebut pihak kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi ahli meringankan terdakwa yakni Dokter RS Mayapada Jose Roesma yang merupakan ahli penyakit dalam dan hipertensi. 

POS-KUPANG.COM - Dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutardjo meyakini bahwa mantan Ketua DPR Setya Novanto sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit tersebut.

"Pasien menurut saya perlu dirawat karena hipertensi berat, tekanan darahnya 180/110 dan dapat menimbulkan kerusakan organ, saya harus menurunkan tensinya karena risiko stroke sangat besar dan bisa juga buta, jantung maupun gagal ginjal maka saya kasih obat," kata Bimanesh dalam sidang pemeriksaan terdakwa di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Bimanesh adalah terdakwa yang bersama-sama dengan advokat Fredrich Yunadi didakwa menghindarkan Ketua DPR Setya Novanto diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.

Pada 16 November 2017, Setnov masuk ke RS Medika Permata Hijau karena mengalami kecelakaan mobil, namun sebelumnya Fredrich sudah berpesan kepada Bimanesh bahwa Setnov akan datang ke rumah sakit tersebut karena diagnosa hipertensi, padahal pada 15 November 2017 KPK memanggil Setnov untuk diperiksa dan Setnov tidak diketahui keberadaannya sehingga penyidik menduga kecelakaan itu hanya untuk menghindari pemeriksaan.

"Saya merasa perlu infus karena saya mau kasih penghilang rasa nyeri, tekanan darah sangat dipengaruhi emosional," ungkap Bimanesh.

Menurut Bimanesh, dokter penanggung jawab di UGD yaitu Michael Chia Cahaya yang memasukkan Setnov ke lantai 3 RS tersebut.


"Ketika ada kabar pasien masuk, saudara Michael kan memerintahkan perawat untuk mengecek siapa dan apakah benar itu Setnov, tapi dia tidak mau mengecek karena itu dia (Michael) minta langsung dibawa ke atas saja, jadi bukan saya yang memerintahkan langsung dibawa ke atas, saya tidak mungking melanggar SOP," tambah Bimanesh.

Bimanesh mengaku ia agak merasa aneh dengan kondisi Setnov saat masuk karena dibawa dibawa dengan tergesa-gesa, kepalanya juga dibebat.

"Selama 38 tahun saya bekerja, saya baru lihat ini. Keanehan kedua saya lihat yang mendorong pasien itu justru bukan suster melainkan supir ambulans, satpam dan ajudannya yang berpakaian putih, karena kalau sesuai SOP kan seharusnya semua itu ditangani suster, justru saat datang itu tidak ada suster yang mendorong," ungkap Bimanesh.

Ia pun memperkenalkan diri sebagai dokter dan mulai menanyai Setnov.

"Ya saya perkenalkan diri saya dokter Bimanesh, saya tanya bapak kenapa? Saya kecelakaan katanya, setelah itu ya saya langsung periksa kondisi perut dan kaki. Saya tanya dia jawab semua. Saya taya riwayatnya penyakitnya," jelas Bimanesh.

Bimanesh pun mengungkapkan bahwa Setnov menjawab bahwa ia memiliki riwayat pemasangan ring dan diabetes, kepalanya pun pusing serta sempoyongan.

"Saya juga dengar dia tanya kepada perawat kapan saya diperban. Saya katakan terserah pasien saja bagaimana nyamannya," ungkap Bimanesh. (*)

Baca: Warga Kota Medan Heboh, Buka Kardus Popok Bayi Ternyata Berisi Mayat Seorang Gadis

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved