Tahun 2018 Pemda Nagekeo Sudah Resmikan 18 Desa Persiapan

Pemerintah Daerah Nagekeo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa sudah meresmikan sekitar 18 Desa persiapan.

Tahun 2018 Pemda Nagekeo Sudah Resmikan 18 Desa Persiapan
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Kadis PMD dan PPA Nagekeo, Imanuel Ndun 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS- KUPANG. COM | MBAY -- Hingga Juni 2018, Pemerintah Daerah Nagekeo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa sudah meresmikan sekitar 18 Desa persiapan.

Peresmian desa persiapan ada yang diresmikan oleh Bupati Nagekeo, Elias Djo, ada juga dilakukan oleh Pjs Bupati Nagekeo Kosmas D. Lana dan disaksikan oleh Pimpinan DPRD.

"Untuk 2018 ini kami tahap pertama itu ada 19 Desa Persiapan. 19 itu semua sudah di resmikan setelah itu ada 8 lagi kami proses lagi kami proses lagi dan dari 8 itu sudah 6 kami resmikan dan masih sisa 2 kumudian sambil itu berjalan ada dari 3 desa yang sampaikan aspirasi 2 dari kecamatan Wolowae barusan bari ini ,1 dari Kecamatan Ma'u Ponggo," ungkap Kepala Dinas PMD dan PPA Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun, kepada Pos Kupang, Rabu (6/6/2018).

Imanuel mengatakan, aspirasi yang masuk ke Pemerintah dari masyarakat diterima. Aspirasi yang diterima tersebut dipelajari dan diteliti oleh pihak Dinas PMD. Baik itu dokumen maupun yang lainnya.

Imanuel menjelaskan, selama ini di Kabupaten Nagekeo aspirasi yang masuk tidak bisa terbendung. Karena masyarakat ingin mendekatkan pelayanan dengan adanya desa baru atau desa persiapan.

"Ini aspirasi masyarakat yang kita tidak bisa bendung karena itu niat baik dari bawah dan secara regulasi juga sangat memunkinkan untuk itu sehingga kita tindak lanjutinya aspirasinya mereka bawah ke pemerintah (exsekutif) dan juga ke DPRD dan teman teman di DPR juga sangat merekam ikut merespon sehingga cara kerja sama bersifat sinergis antara Pemda dan lembaga dewan berjalan baik dan kami semua proses itu dalam secara bersama sama," ungkap Imanuel.

Imanuel menceritakan, dokumen yang dibawakan oleh warga masyarkat saat menyampaikan aspirasi itu biasanya sudah lengkap. Karena syarat-syarat yang dipenuhi bisa melihat dari dokumen desa tetangga atau desa yang baru saja diresmikan.

Sehingga menurut Imanuel aspirasi yang masuk langsung ditindaklanjuti.

"Jadi dokumen itu juga biasanya mereka sudah siapkan dengan melihat dokumen dari desa tetangga yang sudah dahulu prinsipnya niat baik itu datang dari bawa," ungkap Imanuel.

Imanuel mengaku, dalam
regulasi terbaru itu proses pembentukan desa persiapan di munkinkan dua pola, pola pertama aspirasi itu datang dari bawa dan pola kedua itu pemerintah bisa membentuk berdasarkan pertimbangan-pertimbangan percepatan pelayanan dan percepatan kesejahteraan. Jadi dua pola itu dapat di gunakan dengan aspirasi terbaru. Untuk saat ini itu paling banyak itu dari bawah," ungkap Imanuel.

Imaneul berharap agar desa persiapan yang sudah diresmikan agar secepatnya melakukan upaya percepatan (dokumen, serta 11 syarat pendefenitifan desa) untuk sesegera mungkin desa didefenitifkan.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved