Hendra Mengagumi Motif Tenun Ikat Lembata

Keragaman motif ini menandakan betapa kayanya budaya yang kita miliki. Keindahan ini menjadi kebanggaan kita bersama

Hendra Mengagumi Motif Tenun Ikat Lembata
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Hendra Sudjana saat menyajikan materinya pada Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga di Hotel Palm Indah Lewoleba, Selasa (5/6/2018).

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Kepala Seksi Kemitraan Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Drs. Hendra Sudjana, M.Ed mengungkap rasa hatinya saat melihat motif kain tenun ikat di Lembata, seperti yang dikenakan para peserta Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga di Hotel Palm Indah Lewoleba Selasa (5/6/2018).

"Motif tenun ikat di Lembata seperti yang dikenakan para peserta sangat luar biasa. Keragaman motif ini menandakan betapa kayanya budaya yang kita miliki. Keindahan ini menjadi kebanggaan kita bersama," ujar Hendra saat memulai materinya.

Menurut dia, alangkah indahnya bila motif kain tersebut menjadi motivasi bersama bagi guru untuk menciptakan nuasan pendidikan di sekolah yang indah, yang ramah anak demi masa depan mereka.

Sejauh yang diamati, kata Hendra, penyelenggaraan pendidikan di sekolah masih jauh dari keluarga, jauh dari masyarakat. Padahal yang diajar, yang dididik, adalah anak-anak yang merupakan buah hati keluarga. Anak-anak yang saban hari berada di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, kata dia, walau di matanya, sekolah masih jauh dari keluarga dan masyarakat, tetapi sekolah harus mendidik anak-anak secara maksimal. Dengan cara itu, saat pulang ke rumah dan bergaul di masyarakat, anak-anak mampu memraktikan hal yang baik seperti yang didapatkannya di sekolah.

Oleh karena itu, kata Hendra, amatlah elok bila guru mendekatkan keluarga dan masyarakat melalui pola didik yang maksimal terhadap anak. Kalau anak diajarkan secara baik, maka karakternya tentu akan baik, wawasannya juga luas.

Bila demikian adanya, lanjut Hendra, maka keluarga dan masyarakat tentu akan merasa bangga terhadap anak-anak, bangga terhadap guru-guru dan bangga pula terhadap sekolah yang merupakan tempat belajar anak-anak. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved