Tujuh Kategori dari NTT Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia Tahun 2018, Apa Saja?

Tujuh kategori dari NTT masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018. Karena itu butuh dukungan dari seluruh masyarakat NTT.

Tujuh Kategori dari NTT Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia Tahun 2018, Apa Saja?
POS-KUPANG.COM/Hermina Pello
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, dalam jumpa pers di kantor Pariwisata Provinsi NTT, Selasa (29/5/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tujuh kategori dari NTT masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018. Karena itu butuh dukungan dari seluruh masyarakat NTT.

Tujuh kategori ini, yakni kategori I makanan tradisional terpopuler, yakni jagung bose dari Kota Kupang, kategori 3 wisata olahraga dan petualangan yakni trekking Pulau Komodo Kabupaten Manggarai Barat, kategori 6 yakni Dataran Tinggi Terpopuler yaitu Gunung Mutis Kabupaten TTS.

Baca: Ini Harapan dan Desakan Keluarga Korban Penembakan di Karot Kepada Polres Manggarai

Kategori berikutnya adalah atraksi budaya terpopuler yaitu tarian caci Kabupaten Manggarai Timur. Kategori sembilan Kampung Adat terpopuler yaitu kampung adat Praijing Kabupaten Sumba Barat, Festival Pariwisata Terpopuler yakni Festival 1001 Sandelwood Provinsi NTT dan kategori 18 surga tersembunyi terpopuler yakni Kellaba Madja Kabupaten Sabu Raijua.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Selasa (29/5/2018), mengatakan, Anugerah Pesona Indonesia (API) merupakan rangkaian kegiatan penghargaan tahunan di bidang pariwisata yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia.

Kegiatan ini diprakarsai PT Ayo Jalan Jalan dan didukung Kementerian Pariwisata RI.

Menurutnya, anugerah pesona Indonesia adalah sebuah yayasan yang bekerja sama dengan kementerian pariwisata dalam rangka memilih sejumlah potensi pariwisata termasuk di dalamnya kuliner khas, atraksi budaya yang khas, destinasi wisata yang unik, pantai terbersih dan lainnya dalam rangka mempromosikan dan divote secara nasional dan internasional.

"Dari NTT mengusulkan beberapa kategori dan sudah diterima API. Mekanismenya Kabupaten dan Provinsi mengirimkan dan disana do sortir dan dievaluasi kembali apakah memang unik sesuai dengan kategori API dan dari NTT ada tujuh kategori yang masuk," katanya.

Dikatakan pada tahun 2016, NTT berhasil meraih juara umum dan tahun 2017 meraih juara 3 di kategori tempat menyelam terfavorit yakni Teluk Maumere, Kategori berselancar terfavorit Pantai Tarimbang Sumba Timur juara 3 dan kategori objek wisata unik terpopuler Pulau Gunung Api Batu Tara di Lembata juara dua.

Marius mengatakan period voting mulai tanggal 1 Juni 2018 hingga 31 Oktober 2018. "Saya mengajak semua masyarakat NTT untuk mendukung kegiatan ini dengan memberikan suara atau voting. Ini bisa dilakukan melalui SMS dan aplikasi API.

Dia mengungkapkan dengan SMS ke nomor 99386 dengan keyword sesuai daftar terlampir.
Untuk kategori 1 makanan tradisional terpopuler ketik API 1C, Kategori Wisata olahraga dan petualangan trekking pulau Komodo yakni API 3J.

Lalu Daratan Tinggi Terpopuler Gunung Mutis Kabupaten TTS ketik API 6G. Kategori 8 atraksi budaya terpopuler Tari caci Kabupaten Manggarai Timur ketik API 8H. Kategori Kampung Adat terpopuler desa Adat Praijing ketik API 9B.

Kategori festival pariwisata terpopuler Festival 1001 kuda sandelwood Provinsi NTT ketik API 12C.

Surga Tersembunyi Terpopuler Kellaba Madja Kabupaten Sabu Raijua ketik API 18D.
Sedangkan pemungutan melalui aplikasi API caranya unduh aplikasi API di Google playstore atau App Store. Buka dan aktifkan aplikasi API, klik tombol VOTE dan pilih kategori yang diinginkan.

"Saya ajak seluruh masyarakat NTT dimanapun berada atau warga Indonesia wisatawan domestik dan internasional untuk memilih berdasarkan pengalaman saat berkunjung ke tempat itu. NTT memiliki banyak potensi wisata tapi kita masih lemah dalam hal promosi," katanya. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved