Gubernur NTT Minta GBI Terus Bereformasi di Segala Segi Guna Memberi Pelayanan Maksimal bagi Gereja

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengatakan, GBI harus terus bereformasi di segala segi dalam memberi pelayanan maksimal bagi gereja.

Gubernur NTT Minta GBI Terus Bereformasi di Segala Segi Guna Memberi Pelayanan Maksimal bagi Gereja
POS-KUPANG.COM/Lexy Manafe
Asisten 1 Setda Provinsi NTT, Michael Fernandes, saat membacakan sambutan Gubernur NTT, di hadapan peserta Sidang MD IV BPD NTT GBI, di Hotel Aston Kupang, Senin (28/5/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Lexy Manafe

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten 1 Setda Provinsi NTT, Michael Fernandes, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengatakan, GBI harus terus bereformasi di segala segi dalam memberi pelayanan maksimal bagi gereja.

Menurutnya, saat ini adalah masa penuaian dimana hasil kerja selama ini akan menjadi berkat bagi kehidupan bagi jemaat dalam pelayanan penginjilan ke depan.

Baca: Gempa Tektonik Guncang Sumba Barat Daya, Bima, Sumbawa dan Mataram

"Banyak jiwa yang memerlukan pelayanan agar dapat membawa daerah ini penuh dengan kemuliaan seperti yang dikatakan firman Tuhan, bahwa pergi dan jadikan semua bangsa murid-Ku," ungkapnya

Ia menambahkan, Gerja Bethel Indonesia saat ini merupakan gerja terbesar ke dua di Indonesia yang memiliki sekira 2 juta lebih jemaat di seluruh Indonesia.

Untuk itu, Frans, mengharapkan, sidang majelis daerah kali ini, membawa berkat bagi seluruh masyarakat, khususnya jemaat, untuk tetap meneguhkan iman serta tetap mendukung pemerintah agar tetap bersatu padu mendukung pembangunan.

"Pemerintah menyambut baik pelaksanaan acara ini, demi pembaharuan dalam persatuan dan kesatuan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan iman. Kebersamaan tidak akan terwujud jika kita masih mengutamakan kepentingan pribadi. Seluruh hamba Tuhan harus bersatu hati dan bekerjasama menuju GBI yang lebih baik," imbuhnya.

Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat NTT, ia mengucapkan, selamat melaksanakan kegiatan ini. Semoga apa yang dibicarakan dalam kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu meningkatkan peran GBI di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kegiatan yang bertemakan, "2018 Tahun Penuaian Raya dan sub tema Meningkatkan Peranan Pejabat Gereja Bethel Indonesia Dalam Gerakan Bersama untuk Penuaian Raya Demi Perluasan Bagi Kerajaan Allah," ia mengatakan, saat ini masyarakat dihadapkan dengan apa yang terjadi belakangan ini karena munculnya gerakan atau paham radikalisme dan terorisme yang mengancam kesatua dan kesatuan bangsa.

Diakunya, hal ini hendaknya disikapi secara bijak, tidak hanya oleh pimimpin negara tapi juga pemimpin agama, bahwa paham radikalisme adalah tantangan bersama yang harus dihadapi dengan terus melakukan langkah-langkah nyata, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat NTT, untuk menghindari konflik yang bernuansa sara yang dapat menganggu keamanan dan ketentraman," imbaunya. (*)

Penulis: Lexy Manafe
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved