Ketua DPRD Beri Catatan Kepada Pemkab Sumba Timur Terkait Tenun Ikat Belum Masuk Program RJPMD

Ketua DPRD Sumba Timur, drh. Palulu Pabundu Ndima, memberikan catatan kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

Ketua DPRD Beri Catatan Kepada Pemkab Sumba Timur Terkait Tenun Ikat Belum Masuk Program RJPMD
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Ketua DPRD Sumba Timur, drh. Palulu Pabundu Ndima, memberikan catatan kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (26/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Ketua DPRD Sumba Timur, drh. Palulu Pabundu Ndima, memberikan catatan kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

Para peserta seminar focus group discusion, Deklarasi Konsorsium dan Launching Sekolah Tenun Ikat Sumba Timur mencatat bahwa tenun ikat Sumba Timur belum masuk dalam program strategis Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RJPMD).

Baca: Duyung Langka Ini Ditemukan Mati Penuh Luka, Dipotong-potong Warga lalu Dijual

Catatan itu disampaikan Palulu kepada Asisten II Setda Sumba Timur, Umbu Maramba Memang, S.Pt saat memberi sambutan dalam kegiatan Deklarasi Konsorsium Lawu Hundarangga Hinggi Ru'u Patuala dan Launching Sekolah tenun Ikat Sumba Timur di Gedung DPRD Sumba Timur, Sabtu (26/5/2018).

Menurut Palulu, ada aturan jika RJPMD itu sudah berjalan tiga tahun, masih bisa direvisi. Jadi sesuai dengan rencana di tahun 2019 RJPMD akan masuk pada tahun ketiga dalam masa jabatan bupati sehingga boleh direvisi.

"Saya kira juga hasil Musrembangkab. Saat itu saya sudah sampaikan bahwa ada indikator-indikator yang bisa untuk perlu dirubah dalam RJPMD itu," katanya.

Selain itu, kata Palulu, perjuangan yang dilakukan Dekranasda sebetulnya untuk memperoleh hak paten dari tenun ikat sampai hari ini belum tuntas.

Palulu juga mengatakan, pihak Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui Pusat Studi Gender dan Anak UKSW Salah Tiga Propinsi Jawa Timur telah merintis sekolah tenun ikat Sumba Timur yakni di Desa Mbata Kapidu dan Desa Laindeha.

Selain itu juga melalui pendidikan yang dirintis pemerintah yakni lewat mata pelajaran pendidikan muatan lokal (Mulok) di SD dan diharapkan juga akan diterapkan juga di SMP dan SMA di Kabupaten Sumba Timur.

"Saya juga berterima kasih kepada UKSW dan Unkriswina Sumba yang sudah sedikit memenuhi harapan saya, bahwa bakal ada program studi D1, D2 dan D3 untuk tenun ikat Sumba Timur," ungkap Palulu. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved