Pemda Kekurangan Rp 3 Miliar Bayar Ganti Rugi Lahan Tahap Dua Napun Gete, Begini Kisahnya

Pemerintah masih kekurangan dana sekitar Rp 3 Miliar lagi. Total dana dibutuhkan ganti rugi Rp 7 Miliar.

Pemda  Kekurangan Rp  3 Miliar  Bayar  Ganti  Rugi  Lahan  Tahap Dua Napun Gete, Begini Kisahnya
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Tommy Lameng. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Eginius Mo’a  

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Pemba yaran ganti rugi  lahan pembangunan Bendungan  Napungete  di  Desa Ilin Medo, Kecamatan  Waiblama,  Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores,kembali  terganjal. 

Meskipun  Pemda  Sikka   telah memiliki alokasi   Rp 4 Miliar dari Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD)  2018, pemerintah masih kekurangan  dana sekitar  Rp 3 Miliar lagi. Total  dana dibutuhkan  ganti  rugi  Rp  7  Miliar.

“Rencana semula  kami  hanya mau bayar  dari  dana  Rp 4 Miliar yang sudah  ada itu.  Tetapi  ruas-ruas   jalan  dalam  kawasan bendungan  yang  belum dibayar  ganti  rugi  itu sudah  ditutup  pemilik  lahan.  Kita  harus  bayar sekitar  Rp 7  miliar termasuk ruas  jalannya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan  Umum  dan  Penataan  Ruang  (PUPR)  Kabupaten  Sikka, Tommy  Lameng, kepada POS-KUPANG.COM,  Jumat  (25/5/2018)  di Maumere.

Kekurangan  dana Rp 3  Miliar, kata  Tommy,  akan diminta  dari   PT Nindya Karya,kontraktor pelaksana  proyek bendungan supaya membayar   retribusi  galian C.

“Pembayarannya  harus dilakukan di akhir  pekerjaan  proyek, namun  kita  minta  supaya dibayar lebih  awal, sehingga kita bisa menutup  kekurangan  dana   ganti  rugi. Kebutuhan ini  sangat mendesak sekali,” kata   Tommy.

Baca: Bupati Belu Launching Pos Ronda di Kota Atambua

Baca: Panwas Awasi Tempat Penyimpan Logistik di Desa

Baca: Ini Kondisi Trotoar di Kota Ruteng Yang Tidak Dirawat

Baca: Golkar Tidak Main-main Bekerja untuk Rakyat

Tommy,mengatakan  pemerintah  daerah baru membayar  dana ganti  rugi  tahap satu pada   awal tahun  2017 sebesar  Rp  8 Miliar. Pemerintah  masih kekurangan  Rp 44 miliar   telah diminta  dari pemerintah pusat.

Saat ini, para  pemilik  lahan  Bendungan Napungete menutup akses  ruas  jalan   menuju  bendungan  yang  belum  dibayar. Penutupan  sudah berlangsung   14  hari.

Masyarakat  setempat kesal dengan   janji  Bupati Sikka  (non  aktif), Drs.Yosef  Ansar Rera, dan  mantan Ketua  DPRD  Sikka, Rafael Raga, membayar  ganti  rugi  pada  akhir  bulan  Desember  2017. Namun  sampai menjalani  cuti mengikuti  Pemilukada Sikka,  janji  itu  tidak  terwujud. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved