Polwan Ungkap Kelakuan Rekan Polisi Kepada Korban Kekerasan, Seperti Semut Mengerubuti Gula

Polwan ungkap kelakuan rekan polisi kepada perempuan korban kekerasan, seperti semut mengerubuti gula katanya.

Polwan Ungkap Kelakuan Rekan Polisi Kepada Korban Kekerasan, Seperti Semut Mengerubuti Gula
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Narasumber dan peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. 

Ana berharap setiap APH termasuk KY mampu melihat fakta penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam perspektif gender dan hal itu digunakan sebagai alat analisis dalam memeriksa suatu perkara.

Peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi.
Peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Direktris LBH APIK NTT, Ansi D RIhi Dara, SH mengatakan, kehadiran Perma 3 merupakan angin segar dan hadiah bagi perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum, dimana selama ini masih mendapat perlakuan diskriminasi di pengadilan.

Menurut Ansi, Perma 3 itu berisi 3 pedoman bagi yakni, pedoman dalam memeriksa perkara perempuan yang berhadapan dengan hukum di persidangan, dalam menjatuhkan putusan dam penerapan prinsip keadilan restoratif.

"Berharap agar Perma 3 tahun 2017 bisa mewujudkan penegakan hukum yang baik dan benar terhadap perempuan yang berhadapan dengan hukum, sehingga bisa tercipta keadilan dan kesetaraan gender. Kita juga berharap Perma 3 bisa menjadi pemicu lahirnya budaya hukum bagi hakim yang sensitif, responsif dan berperspektif keadilan dan kesetaraan gender.Mari bersama mengontrol penerapan Perma 3 tahun 2017 oleh hakim di Pengadilan, ajak Ansi.

Peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi.
Peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Veronika Ata alias Tory, hukum di Indonsia masih bersifat atau berjenis kelamin laki-laki sehingga dalam penerapannya, tak heran jika APH termasuk hakim masih seringkali meminggirkan perempuan yang berhadapan dengan hukum.

"Hakim mesti punya pemahaman berperspektif gender, Jika tidak ada pemahaman gender yang baik dari hakim maka bagaimana mungkin dia bisa berlaku baik terhadap perempuan dan anak di persidangan.

Dan Perma 3, merupakan terobosan dari MA dan upaya baik dalam merespon kebutuhan, kritik yang sering diajukan oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk APH yang berprespektif gender.

Menurut Tory, jika Perma 3 dijalankan dengan baik oleh setiap hakim maka akan berdampak positif pada setiap aspek kehidupan.

"Seperti, tersedianya peraturan hukum yang lebih responsif dan konkrit terdahap perempuan dan anak, lebih menghormati martabat perempuan. Secara psikologis, korban bisa merasa aman dan nyaman. Secara sosiologis, bisa memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat dan keluarga korban," kata Tory.

Peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi.
Peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Tory berharap, lembaga penegak hukum mensosialisasikan dan mempublikasikan peran dan fungsinya juga mensosialisasikan Perma 3 agar masyarakat tahu haknya dan bisa mengontrol hakim dalam menyidangkan perkara.

Halaman
1234
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved