Polwan Ungkap Kelakuan Rekan Polisi Kepada Korban Kekerasan, Seperti Semut Mengerubuti Gula

Polwan ungkap kelakuan rekan polisi kepada perempuan korban kekerasan, seperti semut mengerubuti gula katanya.

Polwan Ungkap Kelakuan Rekan Polisi Kepada Korban Kekerasan, Seperti Semut Mengerubuti Gula
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Narasumber dan peserta diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. 

"Informasi itu sampai ke telinga kami. Dan kami tidak tahu apakah pertanyaan seperti itu memang digunakan untuk pertimbangan dalam menentukan kasus atau bagaimana," kritik Philipus dan Siti Qulsum.

Ester M Mantaon, SH advokad dan Lorina Adi, Paralegal LBH APIK NTT mencontohkan perilaku hakim yang masih memojokkan klien perkara perceraian. "Klien saya malah dituduh berselingkuh agar bisa bercerai. Kami merasa itu pernyataan yang sangat diskriminasi," kritik Ester.

Lorina menggugah Komisi Yudicial, "Kami ini masyarakat awam, jika berhadapan dengan hakim yang sering menanyakan pertanyaan memojokan seperti itu maka kami harus lapork kemana?"

Veronika Ata, SH, MH (berdiri) dan Theodora Usfunan, SH sebagai pembicara dalam diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi.
Veronika Ata, SH, MH (berdiri) dan Theodora Usfunan, SH sebagai pembicara dalam diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Philipus M Djemadu dari Ombudsman Perwakilan NTT, kecewa sebab ada APH yang menanyakan riwayat atau latar belakang kehidupan seksual korban.

Pdt. Ina Bara Pah, S.TH berharap selain hakim, polisi dan jaksa mestinya juga memiliki pedoman untuk menangani kasus kekerasan agar tak ada diskriminasi terhadap perempuan dan anak.

"Perma 3 mesti disosialisasikan agar masyarakat pencari keadilan bisa tahu dan paham akan haknya sekaligus mengontrol hakim dan para pihak yang terlibat dalam sidang," kata Pdt. Ina.

Direktris LBH APIK NTT, Ansi D Rihi Dara, SH saat membuka diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi.
Direktris LBH APIK NTT, Ansi D Rihi Dara, SH saat membuka diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Juliana Ndou, SH berharap ada pemantauan peradilan oleh masyarakat sipil, Ombudsman termasuk KomisiYudisial, agar peradilan berjalan sebagaimana mestinya sesuai Perma 3.

Fridinari D Kameo, Polwan dari Polres Babau mengungkapkan masih banyak oknum polisi yang belum responsive gender. Buktinya, masih ada pikiran, sikap dan perkataan yang diskriminasi oleh oknum polisi terhadap perempuan dan anak yang sedang diperiksa di tingkat penyidikan.

Diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi.
Diskusi komprehensif Perma nomor 3 tahun 2017 kerjasama LBH APIK NTT dengan Pos Kupang di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (24/5/2018) pagi. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

"Saya akui masih ada oknum polisi belum responsif gender, jika ada kasus KDRT, oknum polisi datang mengerubuti korban, ya ibaratnya seperti semut lagi mengerubuti gula. Dan perempuan lebih disalahkan, itu fakta lapangannya. Tapi hal seperti itu mulai perlahan-lahan kami ubah agar kedepan tak lagi seperti itu," kata Fridinari yang mempersoalkan masih ada hakim yang menanyakan 'luka lama' pada korban perkosaan.

Ana Djukana, SH, MH, dari unsure pers dan aktifis perempuan mengatakan, media hendaknya ikut memantau pelaksanaan Perma 3 dan ikut bertangungjawab melahirkan jurnalis yang memiliki perspektif dan responsif gender agar hasil produknya tidak bias gender dan tidak mendeskritikan perempuan dan anak.

Halaman
1234
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved