Begini Caranya Bila Bupati Flotim Anton Bicara Soal Teroris Kepada Masyarakat Desa Terpencil

hadirnya pasar desa akan membawa perubahan-perubahan di desa tersebut. Terutama hadirnya orang-orang baru.

Begini Caranya Bila Bupati Flotim Anton Bicara Soal Teroris Kepada Masyarakat Desa Terpencil
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Bupati Anton (baju putih berjabat tangan) berbicara kepada masyarakat usai launching Pasar Desa Gekeng Deran Selasa (22/5/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Bertepatan dengan 1 memimpin Flores Timur, Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon memilih berada bersama masyarakat terpencil di Desa Gekeng Deran Kecamatan Tanjung Bunga Flotim Selasa (22/5/2018).

Bupati hadir di desa bersama Ibu PKK Flotim Lusia B Gege Hadjon untuk melaunching hadirnya pasar desa bagi masyarakat Gekeng Deran dan desa-desa sekitarnya.

Bupati Flotim di hadapan masyarakat mengungkapkan hadirnya pasar desa akan membawa perubahan-perubahan di desa tersebut. Terutama hadirnya orang-orang baru.

Baca: Pengunjung Senang Ada Wi-fi Gratis di Taman Sandelwood

Baca: Ini Jumlah Tenaga Kerja Non Prosedural Yang Dicegah Dinas Nakertrans NTT, Januari - April 2018

Baca: Anda Ingin Melakukan Perjalanan Menggunakan Kapal Pelni ? Simak Jadwalnya,

Baca: Walhi NTT Minta BPN Kabupaten Sumba Barat Diaudit Dan Diperiksa Pihak Berwenang

Baca: Simak Susunan Acara Pembukaan Pesparani Hari Ini

Baca: Empat Kota di NTT Ini Diprediksi Akan Terjadi Hujan

Sebagai tuan rumah, masyarakat wajib menyambut kehadiran orang baru, para pedagang yang meramaikan pasar desa. Namun tetap waspada jika ada hal-hal negatif yang dibawa serta orang baru tersebut.

"Kalau ada pasar pasti semakin terbuka untuk orang luar masuk di sini. Masuknya orang baru bersamaan datangnya pengaruh positif dan negatif. Buang negatifnya ambil positifnya," kata Bupati Anton.

Bupati Anton menceriterakan masyarakat setempat bahwa Indonesia sani sedang menghadapi aksi terorisme. Yang terakhir teroris mengebom gereja dan markas polisi di Surabaya Jawa Timur.

Bupati Anton mengatakan terorisme itu sebuah paham yang tidak ingin melihat bangsa ini hidup baik, paham yang memaksakan kehendak menjadi kehendak bersama.

"Bom yang dilakukan teroris di Gereja di Surabaya itu bukan agama membeci agama lain. Tidak agama mengajarkan kebencian terhadap agama lain. Teroris itu sebuah paham," kata Bupati Anton.

Karena itu, harap Bupati Anton seluruh elemen masyarakat, semua kelompok agama harus bergandeng tangan menjaga desa dari penyusupan paham kaum teroris.

"Kebersamaan itu akan memunculkan kebaikan. Mari bersama jaga desa ini," kata Bupati Anton.(*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved