Masyarakat TTS Agar Waspada Modus Baru Perdagangan Manusia

Husnia ini mencari anak-anak di wilayah kualin untuk disekolah di Makasar. Untuk itu kita sempat himbau masyarakat di Kualin untuk tidak mengirimkan

Masyarakat TTS Agar Waspada Modus Baru Perdagangan Manusia
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Kepala Bidang Data, Dinas Nakertrans Kabupaten TTS, Anton Lakapu 

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE -  Dinas Nakertrans Kabupaten TTS, Anton Lakapu meminta masyarakat TTS untuk mewaspadai modus baru para pelaku perdagangan manusia.

Modus baru tersebut adalah dengan menawarkan menyekolahkan anak-anak di luar daerah. Untuk itu, dirinya meminta para orang tua untuk tidak termakan rayuan tersebut.

" Kita memang sudah mendengar adanya informasi jika tersangka, Husnia ini mencari anak-anak di wilayah kualin untuk disekolah di Makasar. Untuk itu kita sempat himbau masyarakat di Kualin untuk tidak mengirimkan anak mereka untuk melanjutkan sekolah di Makasar bersama Husnia.

Kita sempat bekerja sama dengan Satpol PP untuk menangkap Husnia tetapi tidak berhasil," ungkap Yohanes yang ditemui pos kupang, Selasa ( 22/5/2018) di ruang kerjanya.

Untuk mencegah jatuhnya korban perdagangan manusia dengan iming-iming pekerjaan dan disekolahkan, Yohanes mengaku, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke desa-desa terkait tata cara menjadi pekerja di luar negeri. Tahun ini, Dinas Nakertrans akan melakukan sosialisasi terkait tata cara menjadi pekerja di luar negeri dan bahaya menjadi pekerja non prosedural di luar negeri di 13 Desa di Kabupaten TTS.

Ia mengaku, selain dari
Dinas Nakertrans, sosialisasi terkait tata cara menjadi pekerja di luar negeri juga dilakukan bagian hukum Pemda TTS dan Badan Pemberdayaan Perempuan.

Selain sosialisasi langsung ke desa-desa, Dinas Nakertrans juga memasang himbauan untuk menjadi tenaga kerja prosedural melalui Radio Pemerintah Daerah (RPD) setiap harinya.

" Kita terus melakukan sosialisasi baik dengan turun langsung ke desa maupun melalui media radio. Namun harus kita akui, hal tersebut belum mampu menjangkau seluruh wilayah kabupaten TTS. Hal inilah yang menyebabkan masih adanya korban perdagangan manusia dari Kabupaten TTS, " sebutnya. (*

Baca: WOW! Sejak Tahun 1998, Umat Buddha di Vihara Ini Sediakan Buka Puasa Gratis.

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved