Kasat Reskrim Polres TTS Sebut Pelaku Perdagangan Manusia Bekerja Sendiri

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman terhadap kasus perdagangan manusia dengan korban YP (15), diketahui tersangka Husnia bekerja sendiri.

Kasat Reskrim Polres TTS Sebut Pelaku Perdagangan Manusia Bekerja Sendiri
POS KUPANG/DION KOTA
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH,MH 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, S.H, M.H mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan pendalaman terhadap kasus perdagangan manusia dengan korban YP (15), diketahui tersangka Husnia bekerja sendiri.

Husnia diketahui merayu ayah YP, Markus Petrus, warga Toineke, Kecamatan Kualin untuk mau melepas anaknya dengan modus untuk disekolahkan di Makassar.

Baca: Sedih! Baru Lima Bulan, Empat Tenaga Kerja Non Prosedural Asal TTS Meninggal di Malaysia

Namun setelah Markus tahu jika anaknya hendak dipekerjakan di Makasar, Markus langsung berubah pikirkan dan tak menginjinkan anaknya pergi ke Makasar.

"Tersangka pergi sendiri menemui orang tua korban untuk membujuk orang tua Korban agar mau menginjinkan anaknya pergi ke Makasar untuk melanjutkan sekolah. Tidak hanya itu, segala kebutuhan korban selama di Makasar juga akan ditanggung tersangka. Hal inilah yang membuat orang tua korban menginjinkan anaknya pergi. Namun setelah tahu anaknya akan dipekerjakan di Makasar, orang tua korban langsung berubah pikiran," ungkap Jamari yang ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (22/5/2018) di ruang kerjanya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika tersangka membawa korban tanpa mengantongi surat ijin dari orang tua korban, tanpa membawa ijazah korban, surat keterangan dari Dinas Pendidikan dan rapot SMP korban. Hal inilah yang membuat penyidik curiga.

Jika memang tersangka bermaksud baik untuk menyekolahkan, seharusnya tersangka membawa ijazah SD korban, surat keterangan dari Dinas Pendidikan dan rapot korban.

"Kita curiga tersangka hanya menggunakan modus menyekolahkan korban untuk bisa membawa korban. Kita curiga tersangka hendak mempekerjakan korban ke luar NTT," sebut Jamari.

Pos Kupang yang meminta ijin agar bisa mewawancarai tersangka tak diijinkan oleh Jamari dengan alasan kasus tersebut masih dalam pengembangan.

Dirinya tak ingin informasi yang bersifat rahasia untuk keperluan pengembangan kasus tersebut bocor dari mulut tersangka.

Ketika ditanyakan apakah penyidik akan berangkat ke Makasar untuk pengembangan kasus tersebut, Jamari mengatakan, saat ini hal tersebut belum akan dilakukan. Dirinya mengaku saat ini penyidik masih fokus untuk mempercepat pemberkasan kasus tersebut. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved