Setelah Dosen USU, Kini Giliran Satpam Bank Sumut Diciduk Gara-gara Status Facebook Soal Teroris

Amar bekerja sebagai anggota satuan pengamanan (satpam) di Bank Sumut Serbalawan.

Setelah Dosen USU, Kini Giliran Satpam Bank Sumut Diciduk Gara-gara Status Facebook Soal Teroris
ISTIMEWA
ilustrasi 

Pelaku kemudian menulis status tersebut pada 12 dan 13 Mei 2018 di rumahnya.

Karena menimbulkan keresahan di masyarakat, personel Cyber Crime Polda Sumut melaporkan akun pelaku untuk dilakukan penyidikan.

Polisi lalu memeriksa saksi-saksi yang salah satunya anak pelaku dan menyita barang bukti ponsel pelaku.

Baca: Mobil Rombongan Wisatawan Masuk Jurang, Ini yang Terjadi Pada Para Penumpang

"Kita sedang diserang kelompok teroris, kok di media sosial malah bertebaran postingan-postingan berita bohong yang mengundang ujaran kebencian, yang para pelakunya mengenyam bangku sekolah," ucap Tatan.

Tatan mengimbau masyarakat belajar dari kasus pelaku.

Jangan sembarangan menyebarkan kabar dan berita yang belum pasti benar atau tidak bisa mempertanggungjawabkannya.

Dia mengatakan, setiap unggahan di media sosial memiliki pertanggungjawaban hukum sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008.

"Ayolah berlomba-lomba membuat suasana damai, apalagi di media sosial. Jadi, masyarakat yang bijak dan cakaplah, malu untuk menjadi pelaku penyebar kabar bohong.

Apalagi, isinya malah menambah kisruh suasana," tegas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Buat Status Teroris Hanya Pengalihan Isu, Satpam Bank Jadi Tersangka

Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved